Kirab Budaya Kebinekaan, PWI Kenalkan Seni Tradisional Majalengka

Majalengkatrust.com – PWI Majalengka bekerjasama dengan Taruna Merah Putih akan menyelenggarakan kirab parade kebinekaan, dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Majalengka di alun-alun Kota Majalengka, Mingu (23/07), untuk merekatkan kebinekaan lewat kekuatan budaya.

Menurut keterangan penggagas parade kebinekaan, Maruarar Sirait, kegiatan tersebut sekaligus untuk membangunkan kembali sikap gotong royong, saling menghargai dan menghormati sesama yang belakangan kian luntur, terutama di kalangan anak muda.

“Indonesia ini berbeda suku, berbeda budaya, mulai Sabang hingga Merauke budayanya beda, semua itu bila disatukan akan menjadi sebuah kekuatan untuk membangun negeri ini,” ungkap Ara.

Kirab ini pun untuk mengingatkan kembali ideologi Pancasila di masyarakat, semangat persatuan, semangat kebersamaan, berprikemanusiaan, berkeadilan, dan manjadi manusia yang beradab, berjiwa sosial serta berjiwa penolong.

“Sila-sila Pancasila itu harus diterapkan pada diri setiap orang,” kata Ara Sirait panggilan akrab Maruarar Sirait.

Ara juga menegaskan kalau dalam pelaksanaan tersebut tidak menggunakan uang negara, namun penyelenggaraannya dilakukan secara gotong royong, sesuai yang diamanatkan dalam Pancasila yang sekarang terus dibangkitkan di masyarakat.

“Pastikan tidak ada uang negara yang digunakan dalam kegiatan ini, semua dilakukan dengan cara gotong royong, selain itu tidak ada orasi politik untuk kepentingan pribadi dan golongan,” kata Ara.

Humas penyelenggaraan kirab budaya Jejep Palahul Alam mengatakan, pada pelaksanaan kirab akan menglibatkan semua unsur agama yang dianut oleh masyarakat yang ada di Majalengka, seperti Islam, Budha, Katolik, Protestan, Hindu yang kini diwadahi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama.

Selain itu semua ormas, dan komunitas, perguruan tinggi, masyarakat, budayawan, menampilkan sejumlah kesenian tradisional dari berbagai daerah baik aneka kesenian sunda seperti angklung, wayang golek, ujungan, silat. Selain itu barongsay, wayang potehi, dan sejumlah unsur lainnya akan terlibat dalam kirab, yang jumlah pesertanya diperkirakan akan mencapai 20.000 masa.

“Pada pelaksanaan kirab ini, kami ingin menunjukan keberagaman agama, suku, budaya namun kami tetap bersatu hidup rukun serta saling menghargai. Di kirab ini akan menunjukan identitas masing-masing, namun kami semua tetap merah putih, dan menjunjung tinggi Pancasila,” kata Jejep.

Menurutnya misi yang diusung pada kegiatan kirab tersebut adalah membangun kohesi buaya dalam masyarakat heterogen, merekatkan silaturahmi budaya antar warga serta mengasimilasikan pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara. (Abduh)

690 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*