Klaim Bisa Bebaskan Hutang, Muspika dan Pemdes Tutup Swissindo Leuwimunding

Majalengkatrust.com – Muspika Kecamatan Leuwimunding dan Pemerintah Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka sepakat atas nama UU telah menutup kegiatan lembaga Swissindo WTIO Leuwimunding, Selasa, (04/10).

“Lembaga ini yang mengklaim akan membebaskan hutang-hutang anggota TNI, Polri ataupun masyarakat umum yang berhutang ke bank-bank pemerintah maupun Bank swasta,” kata Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostanto melalui Kapolsek Leuwimunding, AKP Sukamto ke awak media di sela-sela penutupan, Selasa (04/10).

AKP Sukamto mengungkapkan penutupan Swissindo juga merupakan kesepakatan dengan pemiliknya inisial, AS dia sendiri sepakat menerima penutupan sambil mengurus perizinan dan dasar hukum yang jelas.

Penutupan sendiri, lanjut dia dilampirkan dokumentasi pelaksanaan dengan jumlah personel dari Polsek Leuwimunding 12 personil, Koramil 10 personil, Satpol PP kecamatan 4 orang, dari Pemerintah Desa Leuwikujang 9 personil serta masyarakat 14 orang sehingga totalnya  58 orang yang disaskikan empat wartawan.

“Penutupan dengan memasang spanduk penutupan dari Muspika dan menurunkan serta mengamankan spanduk-spanduk Swissindo,” ungkap dia.

AKP Sukamto mengatakan Kegiatan yang mengatasnamakan lembaga UN-SWISINDO International Currency Certificate (ICCS) C-99.98 , sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dengan jumlah anggota 1.000 orang lebih yang berasal dari wilayah Kabupaten Majalengka.
Lembaga tersebut konon akan membebaskan utang seluruh warga Indonesia dan utang warga negara lainnya serta akan memberikan jaminan hidup masing-masing sebesar USD 1.200 per pemilik KTP yang telah menyetorkan ke lembaga UN Swisindo.

Dikatakan dia, penutupan dilakukan setelah pihaknya mendapat banyak pengaduan dari warga mengenai kegiatan UN Swisindo yang dikhawatirkan akan berdampak pada kerugian dan meresahkan masyarakat seperti yang dilakukan Kanjeng Dimas Taat Pribadi dan Aa Gatot Brajamusti.

AKP Sukamto mengungkapkan, kegiatannya yang berjanji akan membebaskan utang serta memberikan jaminan hidup dengan uang dolar dianggap tidak rasional terlebih ijinnya juga tidak ada. Dokumen yang dimiliki UN Swisindo juga tidak jelas.

Sementara itu AS pemilik Swissindo mengatakan pihaknya melakukan operasional setelah mendapat kuasa dari atasannya yang disebutnya pimpinan pusat, Sudiarto Notonegoro yang kantornya berlokasi Griya Caraka, Cirebon. (Abduh)

12219 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*