Kondisi Rumah Nenek Rasmi Dianggap tak Layak Huni

MAJALENGKA (CT) – Seorang nenek, Rasmi (70) warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka terlihat hanya pasrah menerima penderitaan, akibat sakit katarak dan penyakit lumpuh yang dideritanya sejak dua tahun lalu.

Wanita lansia yang tidak memiliki keluarga ini, kini tinggal di rumah bilik ukuran 2,5 m X 2,5 di Blok Klewih, RT 20 RW 10, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, dekat rumah adiknya, Sidik. Di tumahnya tidak terdapat MCK ataupun dapur rumah, ketika masih bisa berjalan dia biasa memasak di pinggir kandang domba di belakang rumahnya.

“Sebelumnya  kakak saya, Rasmi, tinggal di Desa Panyingkiran dengan kondisi rumah yang sama di tengah kebun, sekarang karena sering sakit-sakitan jadi dipindah ke sini dibuatkan gubuk seperti di Panyingkiran, agar bisa diawasi,” ungkap Sidik, Minggu (27/09).

Untuk makan sehari-hari Rasmi mengandalkan belas kasihan dari famili dan tetangganya, karena tidak memiliki harta apapun yang bisa menjadi bekal hidupnya.

Sebelum sering sakit-sakitan Rasmi biasa bekerja sebagai buruh tani, nanam padi atau menyiangi sawah milik petani, mencari gabah ke sawah bekas panen pemilik sawah. Karena penghasilannya yang minim diapun kerap tak mampu menebus beras raskin meskipun hanya tiga literan.

Mungkin karena kerap tak mampu menebus beras raskin tersebut akhirnya pemerintah desa menghentikan bantuan raskin tersebut dan dialihkan untuk warga lain yang mampu menebusnya.

“Boro-boro bisa nebus raskin, jang madang wae ge hese (Jangankan bisa menebus raskin untuk makan saja susah),” kata Sidik.

Sidik berharap kakaknya tersebut bisa mendapatkan jatah raskin kembali serta pasilitas lainnya untuk keluarga miskin . Bila kembali mendapatkan jatah dia akan berusaha menebusnya untuk membantu makan kakanya.

Rasmi sendiri ditemui di gubuknya mengaku penglihatannya sudah buram, bahkan mata bagian kirinya sudah tidak bisa dibuka karena bola matanya seperti mengecil hingga nyaris buta. Pinggangnya kerap panas dan kakinya sudah digerakan. Kalau berjalan harus di gusur.

“Saya tidak tahu penyakit apa yang diderita saya, kalau penyakit tua, yang lebih tua dari saya juga banyak namun mereka masih bisa berjalan bahkan bekerja walapuns ekedar mencari kayu bakar atau menanak nasi,” kata Rasmi, yang mengaku pernah memiliki anak namun meninggal ketika usainya masih kecil. Sementara suaminya telah lebih dulu meningal belasan tahun yang lalu. (Abduh)

1668 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*