Kondisi Situ Rancabeureum Berusia 83 Tahun Butuh Perhatian Khusus

Majalengkatrust.com – Kondisi Danau Situ Rancabeureum di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka butuh dilakukan ketetapan pemerintah untuk dikeluarkan sertifikasi, menyangkut kondisi bangunannya apakah masih dianggap aman atau sudah membahayakan.

Hal itu menyusul usia bangunan yang cudah cukup tua sejak tahun 1933, dibangun oleh Pemerintah Belanda yang kini usianya sekitar 83 tahun, maka ketetapan pemerintah terkait dianggap bahaya dan rawan bencana atau tidak.

Bila terjadi bencana di Situ Rancabeureum, maka diperkirakan akan ada 7 desa yang terkena dampak, di antaranya Desa Pilangsari sendiri, Desa Jatitengah, Desa Jatiraga dan Desa Pangkalanpari.

Wakil Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi mengatakan kalau Camat dan kepala desa setempat harus memberikan jaminan keamanan bagi warganya bila bencana terjadi. Sebaliknya, warga harus bisa memelihara nilai kegunaan Situ Rancabeureum.

“Masyarakat juga harus mempersiapkan upaya memperkecil kerusakan harta benda, bila terjadi bencana. Masyarakat harus diperkenalkan apa problem yang mengancam bangunan, sehingga mereka bisa melakukan deteksi dini ketika bencana bakal terjadi,” ungkap Wabup Karna di Gedung Yudha Karya Abdi Negara Pendopo Majalengka kepada awak media, Rabu (30/11).

Sementara itu, menurut keterangan Kasie Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cirebon, Marzulian, saat sosialsiasi penanggulangan bencana Situ Rancabeureum di Gedung Yudha Karya Abdi Negara Majalengka, Rabu (30/11), situ-situ yang ada harus terus dipelihara karena membuat situ harganya jauh lebih mahal.

Menurut dia, keberadaan situ harus tetap memiliki manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

“Situ-situ yang ada sekarang ini asetnya milik Pemerintah Kabupaten sedangkan pengelolaanya oleh BBWS,” ungkap itu.

Dikatakan dia, untuk situ-situ yang usianya sudah tua harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana banir atau jebol, masyarakat harus diberikan sosialsiasi bagaimana melakukan penyelamatan diri saat banjir terjadi atau siapa yang harsu dihubungi ketika bencana melanda.

“Pemeliharaan sendiri sulit dilakukan ketika harus membuang sedimentasi lumpur,” ungkap Marzulian. (Abduh)

1413 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*