Kreatif! Petani Majalengka Kembangkan Jeruk Lemon Khas “Alengka”

Majalengkatrust.com – Sejumlah petani jeruk di Kabupaten Majalengka membuat terobosan baru dalam membudiyakan varietas jeruk unggulan, yang diberi nama Jeruk Alengka.

Menurut salah seorang petani jeruk, Tatang Yosi mengatakan dalam membudidayakan lemon, Tatang masuk menjadi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra Niaga Tani di Desa Naggewer, Kecamatan Sukahaji, Majalengka di atas lahan lemon 4 hektare.

Tatang mengatakan, saat ini ada lebih dari 2.000 pohon lemon yang dibudidayakan di lahannya tersebut. Sekitar 100 pohon siap memasuki masa panen dalam waktu dekat. Sekali panen, Tatang bisa mendapatkan lebih dari 4-5 ton lemon. Dari panen itu, Tatang bisa mengantongi omzet hingga Rp 30 juta.‬

‪Menurut dia, hasil panen itu dijual ke industri minuman dan pabrik obat di Jakarta, Bandung, dan Kuningan, Jawa Barat.

“Kami tidak menjual lemon ke pasar atau swalayan,” kata Tatang, Sabtu (01/10)

‪Tatang mengklaim, permintaan lemon di sepanjang tahun ini meningkat pesat dibandingkan tahun lalu. Jika sudah memasuki masa panen, ia bisa mengirim pasokan lemon ke pabrik minuman 1 ton per bulan.‬

‪Menurut Tatang, harga lemon di pasar masih cukup baik. Di tingkat petani, khususnya di Majalengka, harga lemon berkisar Rp 15.000 per kilogram. Sementara harga di tingkat pengecer seperti swalayan bisa lebih Rp 25.000 per kilogram.

‪Sementara petani jeruk lemon lainnya, Toni Tresna mengatakan, jeruk lemon yang dihasilkannya diberi nama jeruk lemon Alengka alias jeruk asli lemon Majalengka.

Dijelaskan Toni, jeruk lemon Alengka tidak kalah kualitasnya dengan  lemon Australia dan Amerika.‬

‪”Khasiatnya jeruk lemon ini untuk mengobati mag, jantung, kolesterol, sembelit, diet, cepat dan sehat, kesehatan kulit, detock dan lainnya,” paparnya.‬

‪Diakuinya, harga jual jeruk lemon ini beragam, sesuai ukurannya, dari mulai harga Rp 17 ribu per kilogram hingga Rp 12 500 per kilogram tergantung ukurannya.

‪Saat ini Toni telah menyiapkan lahan, yang sudah siap ditanami jeruk lemon mencapai 3 hektare, dengan produksi jeruk lemon setiap dua  minggu sekali.

“Kami akan fokus jadi sentra jeruk dari mulai lemon, mipis, limo, peres, sama jeruk manis jenis Farrel,” jelasnya.

‪Diungkapkannya, perkebunan tersebut terletak di Desa Pasirmalati Kecamatan Dawuan. Pihaknya bekerjasama dengan petani yang mempunyai lahan untuk ditanami lemon. Segala kebutuhan seperti bibit dan pupuk, menjadi tanggungjawabnya, sementara petani hanya menyediakan lahan dan mengolahnya.‬

‪“Nantinya kita bagi hasil dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Untuk sementara kita hanya memenuhi pasar lokal. Tetapi untuk tahun depan, kita sudah mulai mengincar pasar luar daerah,” ungkapnya.

‪Dari luas lahan tersebut, ada sekitar 3000 pohon dengan masing-masing pohon bisa menghasilkan 20 kilogram lemon. Bahkan, ke depan pihaknya akan terus memperluas lahan tanam dengan mengajak petani sekitar.‬(Abduh)

3168 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*