Kubu AS Merasa Diuntungkan Pernyataan Saksi Ahli Kejari

MAJALENGKA (CT) – Dalam serangkaian proses persidangan gugatan atau permohonan praperadilan, kubu wakil ketua DPRD AS menilai jika kesimpulan dari jalannya proses persidangan cukup mengungungkan pihaknya. Sebab, apa yang digugat atau dimohonkan pihaknya cukup relevan dengan fakta hukum yang dibeberkan dalam persidangan.

Hal tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh kuasa hukum AS, Chepy S Pamungkas SH MH. Menurutnya, yang paling menarik adalah ketika pihaknya menyimak dan mengkonfrontir pernyataan saksi ahli dari pihak termohon (Widiadi), yang kemudian pernyataan yang dilontarkan saksi ahli tersebut justru menguntungkan pihaknya.

“Dari enam poin yang saya simak dari pemaparan saksi ahli, lima diantaranya setelah saya konfrontir lagi, ternyata hasilnya justru menguntungkan pihak kami. Karena itulah fakta hukum yang sebenarnya pada duduk perkara kasus praperadilan atas sprindik ini,” ujar Cep, ditemui usai sidang, Senin (24/08).

Yang pertama, kata Chepy, mengenai dasar dilakukannya penyelidikan terhadap perkara tindak pidana korupsi adalah adanya nilai kerugian Negara yang ditemukan dari hasil audit BPK. Hal tersebut, sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 15 tahun 2006 tentang BPK bahwasannya yang berhak menyatakan ada kerugian Negara adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Sedangkan, kata dia, dalam kasus ini pihak termohon (Kejari) tidak mampu menunjukan hasil audit BPK yang menyatakan adanya factor kerugian Negara yang ditimbulkan atas perbuatan yang dituduhkan kepada klien kami.

Disamping itu, ada poin mengenai berita acara pemeriksaan saksi, tidak bisa dijadikan landasan menetapkan seseorang sebagai tersangka. Pemeriksaan awal seorang calon tersangka wajib diperlukan sebagai upaya due process of law, sebagai perlindungan hak asasi manusia dari tindakan sewenang-wenang aparat penegak hukum.

Dan hal tersebut, kata chepy, juga diiyakan saksi ahli saat dikonfrontir dirinya di persidangan. Sedangkan, dari awal yang dipersoalkan pihaknya mengenai belum diperiksanya kliennya sebagai calon tersangka, menjadi salah satu landasan pihaknya menggugat atau memohonkan praperadilan atas surat perintah penyidikan Kejari Majalengka nomor print : 02/0.2.23/Fd.1/04/2015 tertanggal 13 April 2015.

Pernyataan lain dari saksi ahli termohon yang dianggap menguntungkan pihaknya, adalah mengenai duduk persoalan dana CSR (coorporate social responsibility) yang juga disepakati oleh saksi ahli bahwa dana CSR tidak wajib dikembalikan karena sifatnya hibah dari perusahaan yang menyisihkan 2,5 persen dari keuntungan operasionalnya untuk masyarakat sekitar.

Dengan demikian, maka pihaknya merasa jika di atas angin dalam proses persidangan pra peradilan ini berbagai fakta yang terungkap selama jalannya persidangan yang dianggap menguntungkan pihaknya, bisa menjadi modal besar rasa optimisme yang tinggi bahwa kubunya bisa memenangkan gugatan praperadilan ini.

“Dari berbagai fakta yang digelar di pengadilan, kami merasa di atas angin. Karena fakta-fakta hokum yang terungkap memang sesuai dengan pendapan kami. Sehingga tinggal kita tunggu saja putusan yang mulia majelis hakim terhadap permohonan praperadilan ini yang dijadwalkan bakal diputuskan rabu lusa,” imbuh Cepi. (Abduh)

2178 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*