Mahasiswa Bisa Sukses dengan Modal Aktif Berorganisasi

MAJALENGKA (CT) – Sukses dan tidaknya seorang mahasiswa dalam dunia perkuliahan, tidak hanya diukur dari sisi akademiknya berupa nilai IPK yang diraihnya. Namun, banyak faktor lain yang mempengaruhinya, rajin kuliah dan aktif di ruang kelas, mengikuti organisasi kampus, banyak membaca dan berdiskusi, mengikuti seminar dan merangkul banyak teman serta dekat dengan dosen sebagai seorang mentor.

Hal itu terungkap ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Majalengka (Himmaka) Cirebon berdiskusi di Majalengka di kediaman seorang senior HIMMAKA di bilangan Jalan Pasantren Majalengka Kota, Selasa (18/08).

Hadir pada kesempatan itu yang menjadi narasumber, mubalig muda KH. Didin Misbahudin AZ, Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lukman Zain, alumni IAIN Dani Mardani dan J.Falahul Alam.

Menurut Lukman Zain, fungsi dosen di kampus itu hanya bertugas memberikan petunjuk jalan dan bimbingan, kepada para mahasiswa agar lebih aktif dalam menjalankan tugasnya. Selebihnya mahasiswa dituntut lebih mandiri dan kreatif ketika menjalani perkuliahaan.

“Mahasiswa pun harus punya idola dosen di kampus, sebagai pemicu dan inspirasi ketika dirinya mengenyam ilmu di bangku kuliah,”kata dosen bahasa Inggris ini.

Dikatakan dia, saat ini pada umumnya mahasiswa selalu disibukan ketika musim ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS) tiba dengan sistem kebut semalam (SKS). Padahal seharusnya momentum itu dijadikan liburan atau refreshing guna menghadapi ujian besok hari.

“Ini kan yang terjadi pada malam ujian itu para mahasiswa disibukan dengan belajar dan mengerjakan tugas dosen secara bersamaan. Tentunya ini tidak efektif dan bisa membuat mahasiswa stres,”katanya.

Hal senada diungkapkan dosen Unma H.Didin Misbahudin yang juga mubalig muda. Selain belajar di kampus, mahasiswa juga dituntut aktif di organisasi sebagai salah satu hal agar mahasiswa sukses. Sebab dengan mengikuti organisasi, akan memiliki nilai tambah jika dibandingkan dengan mahasiswa yang cenderung pasif.

“Jangan coba-coba jadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Dalam organisasi, kita itu dapat mengasah kemampuanmu berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, diskusi, mengatasi masalah, serta membentuk karakter pribadimu, dan kamu mendapatkan julukan aktivis kampus,”paparnya. (Abduh)

2229 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*