Megaproyek Mulai Mendominasi Jadi Tantangan Dunia UMKM di Majalengka

MAJALENGKA (CT) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung S. Sutrisno mengatakan hadirnya beberapa megaproyek di Majalengka seperti Tol Cipali, Tol Cisumdawu, Bandara Internasional Jawa Barat dan Waduk Jatigede yang berbatasan langsung dengan wilayah Majalengka menjadi tantangan dan peluang bagi dunia usaha terutama sektor usaha mikro kecil mikro menengah (UMKM).

“Kadin Jawa Barat mendorong semua kelompok UMKM di Jawa Barat bersatu menghadapi tantangan, dan kami mendukung dan mendorong UMKM agar terus berkembang,” kata Agung S. Sutrisno saat menjadi pembicara dalam talk show Smes Talk (Small Medium Enterprises Talk)
Peluang dan Tantangan Dunia Usaha Daerah Dengan Dibukanya Tol Cipali Cisumdawu, Bandara Internasional Jawa Barat dan Bendungan Jatigede di RM Sawah Aki Majalengka, Rabu (28/10) dengan peserta para pengusaha UMKM di Majalengka dan sekitarnya.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya di bagian barat namun di bagian timur Jawa Barat, jadi akan ada beberapa relokasi industri ke wilayah timur Jawa Barat ini,” tambah Agung.

Selain itu menurutnya sektor wisata dan potensi UMKM yang harus didorong karena tidak terpengaruh krisis ekonomi global dengan pasar yang jelas. “Keberadaan Tol Cisumdawu, BIJB dan Cikapali menjadi peluang misalnya di rest area Tol mendongkrak potensi lokal misalnya menjual makanan khas Majalengka seperti Kecap, Opak, Ranginang dan lainya dengan regulasi dibuat oleh pemerintah seperti Perda sebagai payung hukumnya,” ungkap Agung.

Hal senada dikatakan Ketua Kadin Majalengka H Budi Victoriadi mengatakan adanya tantangan dunia usaha terutama UMKM di Majalengka relevan dengan kondisi Majalengka yang diapit dua ruas Tol Cipali dan Cisumdawu serta akan hadirnya BIJB di Kertajati.

“Merupakan suatu tantangan bagi pengusaha Majalengka dan dengan tumbuhnya kawasan industri di Majalengka bagaimana kami mempersiapkan diri menghadapi hal tersebut karena mayoritas pengusaha di Majalengka di level small dan medium,” ungkapnya.

H. Budi mengatakan dengan mempersiapkan diri dari sekarang baik dari kualitas, SDM, SDA dan lainnya diharapkan para pengusaha Majalengka dapat menghadapi tantangan tersebut. Sementara Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majalengka Agus Permana mengatakan untuk membangkitkan sektor UMKM di tahun 2015 ada dua hal yang direncanakan yaitu membuat kawasan industri seluas 1000 hektar di Jatiwangi, dan kemudian akan membangun outlet-outlet UMKM di jalan lingkar utara yaitu untuk UMKM pangan, sandang seperti jeans, besi perbengkelan dan kerajinan tangan yang terpusat dalam satu kawasan.

“Kita sudah menghubungi para pengusaha UMKMnya seperti pengusaha jeans, kerajinan, keripik dan lainnya dan mereka sudah siap,” ungkapnya.

Namun Agus mengatakan problema klasik UMKM sampai saat ini adalah modal, skill dan pemasaran yang masih perlu dibantu. “Mudah-mudahan dengan talk show ini yang juga menghadirkan para ahli dan pelaku UMKM serta perbankan dapat memecahkan masalah klasik tersebut,” ungkap Agus.

Andi Gilar Bagian Kredit UMKM BJB Majalengka mengatakan pihaknya siap menyalurkan kredit berbungan rendah kepada para pengusaha UMKM di Majalengka. “Kredit mikro bisa maksimal Rp. 500 juta, sebentar lagi ada KUR yang akan dikucurkan untuk pengusaha UMKM ini,” ungkapnya.

Rina (38) pengusaha makanan tradisional rempeyek dan kue seroja dari Blok Sukawangi Desa Banjaran Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka berharap produknya dibantu di bidang promosi dan pemasaran. “Selama ini dijual berdasarkan pesanan dan mengisi ke toko-toko, kami juga ingin produk kami dijual di outlet karena secara kualitas tidak kalah,”harapnya. (Abduh)

2397 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*