Meski Naik 9,6 Persen, Buruh Majalengka Tetap Tak Puas Angka KHL

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah buruh yang tinggal di Majalengka meminta besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2015 yang sudah ditetapkan di Kabupaten Majalengka sebesar Rp 1.363.743 ditinjau ulang.

Meski Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9,6 % dibandingkan KHL tahun 2014 lalu sebesar Rp 1.244.838 namun kaum buruh menilai dengan nilai KHL sebesar itu, hak buruh untuk hidup layak banyak yang terabaikan.

Menurut salah seorang buruh, Neri mengatakan angka tersebut dirasa belum cukup untuk dikatakan layak, mengingat kebutuhan hidup sehari-hari termasuk kesehatan dan pendidikan terus meningkat. “Saya bukan berbicara mewakili organisasi buruh, tapi kami berbicara pribadi,” ujar Neri dan beberapa temannya di halaman sebuah Pabrik Garmen di daerah Kasokandel, Rabu (28/10).

Neri mengaku, imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) periode kemarin masih dirasakan oleh masyarakat terutama kaum buruh, dengan meningkatnya harga sembako. “Mas bayangkan saja, ketika harga BBM naik semua kebutuhan pokok ikut naik, tapi ketika pemerintah menurunkan BBM, harga kebutuhan pokok tidak ikut turun malahan tetap. Jadi sebagai buruh kami merasa kesulitan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Majalengka, H. Yayan Somantri mengatakan, penetapan KHL sudah dilakukan dalam rapat kerja DPK Majalengka, awal Oktober lalu. Rapat yang digelar di kantor Dinsosnakertrans diikuti oleh semua unsur DPK, dan petugas survei yang berasal dari kalangan serikat buruh dan perwakilan pengusaha.

“Penetapan dilakukan melalui rapat kerja DPK Majalengka yang dilaksanakan pada tanggal (13/10) kemarin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan penetapan sebelumnya dilakukan survei terhadap harga barang dan jasa. Survei tahap pertama dilakukan sekitar pertengahan September di empat pasar tradisional.

Dari hasil survei pertama hasilnya angka sementara KHL di angka Rp1.362.123,-/bulan. Survei harga barang dilakukan kembali pada awal Oktober lalu, hasilnya didapatkan angka perhitungan KHL sementara sebesar Rp. 1.365.362,-/bulan.

“Selanjutnya hasil survei tahap pertama dan kedua dijumlahkan dan dirata-ratakan,dan dibagi dua sehingga muncul angka sebesar Rp. 1.363.743,- yang ditetapkan sebagai KHL Kabupaten Majalengka,” jelasnya.

“Perhitungan angka KHL telah menempuh proses serta mekanismenya yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) No 13 tahun 2012, tentang komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian KHL,” jelasnya. (Abduh)

1602 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*