Minta Keselamatan di Lingkungan Baru, Pengungsi Waduk Jatigede Gelar Ruatan Bumi

MAJALENGKA (CT) – 35 warga korban gusuran Waduk Jatigede asal Desa Cilaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang melakukan ruatan bumi di pemukiman barunya di Blok Cipakujaya, Desa Mekarjaya, Kecamatan kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (06/10).

Mereka mengungsi ke Blok Cipakujaya menyusul ratusan warga lainnya asal Darmaraja yang sudah bermukim di Deda Mekarjaya sejak tahun 1985 lalu ketika pertama kali dilakukannya pembebasan lahan oleh pemerintah.

Ruatan bumi yang dilakukan oleh warga Blok Cipaku tersebut dengan cara keliling kampung yang mereka tempati sambil membawa beberapa hasil bumi, boneka yang digantung di pikulan mereka serta sejumlah alat pertanian seperti cangkul, golok, kored dan sejenisnya, sambil melantunkan puji-pujian memohon keselamatan dan berkah, serta kemakmuran ditempat baru yang mereka tempati. Usai keliling kampung mereka berkumpul di Kantora Balai Kampung kemudian memanjatkan doa memohon memohon berkah dan keselamatan bagi warga.

Menurut keterangan warga yang baru pindah Darsono, ruatan dilakukan warga untuk memohon berkah dengan kepindahannya ditempat baru menyusul warga gusuran Jatigede yang telah lebih dulu tinggal di Mekarjaya, dan telah sukses bertani hidup disana.

“Bagaimanapun kami harus pamit-pamit dulu agar kami diberikan keselamatan setelah tinggal di sini,” ungkap Darsono.

Darsono mengatakan kampung yang mereka tempati di lokasi baru di Desa Mekarjaya sengaja dinamai Cipakujaya, nama tersebut adalah berasal dari nama Desa Cipaku di Darmaraja tempat mereka tinggal sebelumnya. Nama dipergunakan untuk mengingatkan kembali asal usil mereka tinggal, sedangkan tambahan nama belakang “jaya” agar keberadaannya di lokasi baru bisa berjaya.

“Nama Blok Cipaku ini adalah historis kami agar anak cucu kami nanti bisa tetap mengetahui kalau mereka berasal dari Cipaku sedangkan jaya agar tempat baru ini membawa berkah dan kejayaan bagi semua warga,” papar Darsono.

Kuwu Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Samsudin mengatakan, di desanya ada sekitar 245 kepala keluarga yang berasal dari gusuran Jatigede, namun sebagian besar sudah menetap sejak tahun 1985 begitu mereka menerima ganti rugi lahan, ada sebagian dari mereka yang pulang pergi ke Jatigede karena masih memiliki lahan pertanian disana.

“Cukup banyak warga yang sudah menetap di wilayah kami, mereka menampati sekitar 36 hektare lahan, lahan seluas itu sebagian mereka tempati untuk pemukiman dan sebagian lagi untuk lahan pertanian,” ungkapnya. (Abduh)

1506 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*