Miris! Tiga Bulan Meninggal di Arab Saudi, Jasad TKW Asal Majalengka Belum Bisa Dipulangkan

Majalengkatrust.com – Kembali nasib pilu dialami pahlawan devisa atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sudah 12 tahun bekerja di Arab Saudi, Nining Rusnaningsih (54), warga Blok Jumat, RT 03 RW 01, Desa Cibentar, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Nining dikabarkan meninggal sejak Agustus 2016, namun jenazahnya belum bisa dipulangkan sampai saat ini.

Suami almarhumah, Andi Sutisna (65) mengungkapkan, informasi meninggalnya Nining pertama kali diterima keluarga, melalui salah seorang putra tertua, Yogi, yang bekerja di Bogor, pada Selasa (23/08). Informasi tersebut disampaikan teman kerja ibunya di Arab Saudi.

“Anak saya mendapat kabar ibunya meninggal, langsung pulang menginformasikan kepada saya, karena kami tidak menerima informasi apa pun menyangkut istri saya, baik dari majikannya ataupun pihak perusahaan yang dua kali memberangkatkan istri saya,” kata Andi, Kamis (27/10).

Andi menambahkan, karena tidak ada kejelasan soal pemulangan dari pihak majikan dan perusahaan, akhirnya dia segera melaporkan kasus tersebut kepada Kepala Desa setempat, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka.

Menurut Andi, walau pun jenazah istrinya belum dipulangkan, pihak keluarga sudah menggelar tahlilan selama 40 hari, guna mendoakan almarhumah Nining.

Diketahui, Nining berangkat ke Arab Saudi sejak 12 tahun lalu, melalui PT Dua Bersaudara. Namun sekitar 6 tahun yang lalu, sempat pulang ke Tanah Air. Setelah itu dia kembali ke Arab Saudi, bekerja di tempat dan majikan yang sama.

Selama bekerja di Arab Saudi, gaji lancar diberikan majikan, hingga mampu membangun rumah dan membantu biaya hidup keluarga.

“Kini kami sekeluarga berharap jenazah bisa dipulangkan ke tanah air, hak-hak korban juga diberikan,” ungkap Andi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka, H. Ahmad Suswanto mengungkapkan, begitu menerima informasi dari keluarga korban, pihaknya segera mengirim surat kepada BNP2TKI, serta Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementrian Luar Negeri RI, meminta kejelasan mengenai informasi tersebut.

“Jika benar, maka dimohon gaji dan asuransi serta hak-hak TKI asal Majalengka bisa diterima keluarga. Kami sedang memperjuangkan itu,” terangnya. (Abduh)

1401 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*