Musim Kemarau Sebabkan Kekeringan Parah, Petani Majalengka Galau

MAJALENGKA (CT) – Musim kemarau yang panjang dirasakan warga Majalengka, kondisi ini dapat dirasakan dengan tidak ada hujan selama dua bulan tersebut, kondisi ini menyebabkan hampir semua aliran sungai pun mulai terlihat menyusut secara drastis.

Jika satu atau dua bulan lagi tak turun hujan, kemungkinan air hanya terlihat di lubang lubang kecil yang biasa ditemukan di pinggir sungai dan ditengah sungai seperti yang biasa terjadi di Sungai Cibodas Kecamatan Majalengka. Situasi dan kondisi air yang terus mengalami penyusutan ini tentunya dikhawatirkan sejumlah petani yang rajin memompa air belakangan ini, demi menyelamatkan tanaman padinya.

Terutama para petani yang kini sedang memompa air. Salah satunya petani di wilayah Majalengka, Juju mengatakan saat ini dirinya memang tengah memompa air untuk memastikan agar tanaman padi di area sawahnya tidak mengalami kekeringan.

“Kalau belum turun juga hingga satu bulan mendatang, bagaimana ya kondisi airnya, sekarang saja bahkan harus gantian, tidak hanya satu titik, karena kalau satu titik sudah tersedot, harus ganti dititik yang lainnya, dan terus bergiliran seperti itu,” ungkap Endang petani di Desa Cibodas, Senin (29/06).

Petani lainnya Juju menambahkan zaman sekarang ini dianggapnya zaman susah, dan serba sulit, mengingat jika musim hujan tanaman padinya dikhawatirkan selalu tergenang banjir, namun jika musim kemarau tanaman padinya terancam kekeringan.

“Zaman sekarang mah kalau nanam musim hujan takut kebanjiran dan angin yang merusak tanaman, tapi kalau musim kemarau terancam kekeringan, jadi serba salah. Kalau tak nanam padi juga salah, mau makan darimana kami ini,” ujarnya. (Abduh)

1095 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*