Pantau Potensi Wisata, Komisi A dan B DPRD Majalengka Kunker ke Sirkuit Gagarajy

MAJALENGKA (CT) – Komisi A dan B DPRD Kabupaten Majalengka, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sirkuit Gagarajy yang terletak di Desa Pangkalanpari Kecamatan jatitujuh.

Rombongan yang terdiri atas 11 orang anggota Komisi A dan 10 orang komisi B DPRD Kabupaten Majalengka beserta perwakilan dari Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) ini diterima oleh pengelola Sirkuit Gagarajy, H M Abdul Hadiyanto, yang juga merupakan anggota Komisi C DPRD Majalengka, Kamis (21/8).

Abdul Hadiyanto dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan memaparkan sekilas tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di komplek Sirkuit Gagarajy. Dirinya berharap ada campur tangan dari Pemerintah Daerah untuk ikut mengembangkan potensi yang sudah dia bangun.

“Dulu saya membangun ini semua karena ingin merubah Desa Pangkalanpari yang letaknya di ujung Kabupaten Majalengka menjadi desa produktif, sehingga nanti bisa dinikmati oleh anak cucu kita kedepan,” ujar kuwu Dul sapaan akrabnya.

Lebih lanjut kuwu Dul menjelaskan, Hal ini menyebabkan sektor pariwisata dapat berkembang. Untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan pariwisata, dirinya meminta Pemerintah daerah tidak hanya berdiam diri, tetapi ikut serta mengelola agar komplek sirkuit tersebut bisa menambah PAD bagi pemerintah daerah.

“Saya meminta bantuan dan tanggapan baik dari komisi A dan B ataupun dari Disporabudpar mau dibagaimanakan sirkuit ini, sayang kan kalau tidak dikelola dengan baik. Saya hanya ingin komplek ini bisa dirawat agar tidak rusak begitu saja,” ujarnya menambahkan.

Dari keseluruhan komplek, luasnya mencapai 33 hektare yang diantaranya terdapat lahan milik Pemda seluas 1,4 hektar. Namun dari jumlah tersebut ada sekitar 3 hektare lahan milik warga yang belum dibebaskan.

“Sebagai pengelola saya berharap pemda mau membantu membebaskan lahan milik warga tersebut, nanti pengelolaannya bisa kerjasama antara Pemda dengan pengelola sekarang,” harapnya.

Ia mengatakan untuk membebaskan lahan milik warga tersebut, dibutuhkan biaya kurang lebih Rp. 1,2 miliar. Ketua Komisi B DPRD Majalengka H Fuad Abdul Azid mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi keinginan dari pengelola Sirkuit Gagarajy yang ingin mengembangkan potensi wisata yang sudah lama itu, Namun dirinya mengaku tidak bisa serta merta merenovasi kawasan tersebut sebagaimana yang diinginkan oleh masyarakat.

“Kita akan mengkaji dulu, yang jelas ini sangat bagus untuk pengembangan potensi di Kabupaten majalengka, baik itu agro wisata ataupun olahraga,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan oleh ketua komisi A Drs Edy Anas Djunaedi MM, namun Edy mengatakan Dewan tidak bisa memberikan bantuan begitu saja, harus ada mekanisme dan prosedur yang ditempuh.

“Ada aturannya, sekarang kan kita harus jelas memberikan bantuan ke siapa, apakah pengelola disini sudah memiliki badan hukum yang mengelolanya baik berupa yayasan atau seperti apa, itu ada aturannya. Yang jelas kami akan membahas masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kusnandar, mengatakan selain untuk olahraga yang selama ini telah berjalan, sirkuit Gagarajy juga sangat cocok untuk pengembangan budaya agrowisata.

“Ini sangat cocok untuk agrowisata seperti di mekarsari Bogor, namun sesuai arahan dari anggota Dewan tadi silahkan dibentuk pengelolaanya seperti apa, tinggal nanti dibuat MOU antara Pemerintah Daerah dengan pengelola objek wisata,” ujarnya. (Abduh)

2019 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*