Pasien Keluhkan Pelayanan BPJS di RS Cideres

MAJALENGKA (CT) – Keluarga dari pasien BPJS Endang Mubarok (17) warga Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka mengeluhkan pelayanan BPJS di RS Cideres yang membatalkan perawatan tanpa alasan yang jelas.

Menurut keterangan kakak kandung pasien, Lili AR mengatakan bahwa Endang masuk rumah sakit pada Senin (11/01) karena tertabrak mobil, hingga jari kakinya remuk dan kulit pada bagian kaki mengelupas. Dia mendapat perawatan di RS Cideres dan esoknya menjalani operasi jari tengah kaki kanannya terpaksa diamputasi.

Lili menambahkan, meski memiliki kartu Jamkesmas, pasien masuk dengan status pasien umum karena pihak BPJS menolak menandatangani surat klaim, dengan alasan sakit yang diderita pasien adalah akibat tabrakan. Sehingga pembayaran harus dilakukan oleh PT Jasa Raharja.

Berdasarkan kronologis, lanjut Lili, setelah 10 hari mendapat perawatan, dokter Rumah Sakit mengatakan korban harus menjalani operasi kedua, namun dokter mengatakan biaya untuk pelaksanaan operasi cukup mahal, sehingga untuk meringankan biaya, harus menggunakan BPJS, karena jasa Raharja tidak akan sepenuhnya membayar biaya perawatan.

“Persoalannya untuk memproses Jasa Raharja ini, harus ada proses pembayaran kepada pihak Rumah Sakit dan itu harus mengajukan pulang terlebih dulu, untuk membayar perawatan ke Rumah Sakit sebesar Rp 20 juta dan biayanya tidak ada, sementara Rumah Sakit tetap harus membayar kontan, kami diminta menyimpan jaminan BPKB atau barang berharga lainnya bila tidak bisa membayar seluruhnya,” tutur Lili.

Keluarga pasien lainnya Jaja Sujai mengungkapkan, dirinya kemudian mencari uang pinjaman dan mendapat bantuan dari salah seorang donatur, hingga akhirnya bisa mendapat kwitansi biaya perawatan dari pihak Rumah Sakit, dan pulang sekaligus mengurus uang PT Jasa Raharja.

Pagi harinya, Keluarga Endang kembali mendaftar ke RS menggunakan kartu Jamkesmas guna menjalani perawatan serta operasi. Pihak BPJS pun menandatangani persetujuan perawatan.

“Endang sudah menjalani perawatan kembali di ruangan dan diinfus petugas Rumah Sakit, namun siangnya ada petugas BPJS ke ruang perawatan kelas III yang membatalkan surat persetujuannya tanpa alasan yang jelas, katanya Endang harus membayar perawatan sebagai pasien umum,” jelas Lili yang mengaku kaget dan bingung dengan sikap petugas PBJS tersebut.

Padahal pasien harus segera menjalani operasi karena sudah mengalami pembusukan daging di bagian kakinya yang luka tersebut.

“Kalau jadinya demikian buat apa kartu Jamkesmas yang dimiliki pasien selama ini,” kata Lili dengan nada kesal

Petugas PT Jasa Raharja membenarkan untuk mendapatkan klaim asuransi, harus menyertakan seluruh kwitansi dari Rumah Sakit.

Sementara itu Kepala Kantor BPJS Majalengka, Dian Arnas ketika dimintai konfirmasi hal tersebut mengatakan, bila ingin menjalani perawatan dengan fasilitas BPJS, pihak pasien harus menyerahkan surat pernyataan dari PT Jasa Raharja yang menerangkan kalau perawatan pasien dijamin oleh Asuransi Jasa Raharja.

“Bila melebihi batas maksimal pembayaran Jasa Raharja, sisanya baru ditangani oleh BPJS,” ungkap Dian ketika ditemui di kantornya.

Di tolaknya Endang oleh BPJS pada esok harinya, saat menjalani perawatan ke dua, menurut Dian karena riwayat sakitnya pasien adalah karena kecelakaan lalu lintas, sementara BPJS belum mendapat surat keterangan dari Jasa Raharja. (Abduh)

2412 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*