Patut Ditiru… Komunitas Punk Majalengka Rutin Gelar Jumsih dan Kelola Bank Sampah

MAJALENGKA (CT) – Bila selama ini komunitas anak-anak muda punk yang berdandan ala pemusik aliran punk rock identik dengan anak muda yang outlaws, anti kemapanan dan sering rusuh di acara konser musik. Namun hal berbeda dan positif dilakukan oleh Komunitas Punk Leuwimunding yang setiap hari Jumat rutin menggelar bersih-bersih lingkungan atau ngetrend disebut Jumsih dan mengelola Bank Sampah warga di Desa Leuwimunding Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.

Menurut Ketua Komunitas Punk Leuwimunding Miing Chows (30) yang melatarbelakangi dirinya bersama teman-teman komunitas Punk rutin setiap hari Jumat menggelar Jumat Bersih (Jumsih) dan membuat Bank Sampah karena maraknya sampah yang berserakan yang berasal dari warga.

“Tidak bisa dipungkiri ke depan sampah merupakan produk dari sebuah wilayah yang mengalami kemajuan, seperti halnya di Majalengka tiga tahun mendatang akan mengalami perkembangan zaman yang pesat bisa juga di sebut era Aerocity dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat,” kata Miing Chows kepada CT, Jumat (16/10).

Menurut pemuda yang tidak mau mengungkapkan nama aslinya ini, ke depan dengan Majalengka menjadi metropolitan di situlah kehidupan akan di sibukan dengan hal-hal sekuler dan pertanyaannya siapakah yang akan memikirkan persoalan sampah di Majalengka khususnya. “Maka dari situlah kami selaku pemuda yang sehat menggagas solusi-solusi bebas sampah atau zero waste dengan program Bank Sampah,” ungkap Miing.

Miing mengungkapkan Bank sampah yang dikelola komunitas Punknya adalah sebuah sistem kerja yang dibentuk untuk mengatasi persoalan sampah di desanya yakni Desa Leuwimunding. “Sistem Bank Sampah ini mungkin lebih ke arah pembelajaran kepada masyarakat Leuwimunding khususnya tentang memilah sampah, bahaya sampah dan termasuk manfaat dari sampah,” jelasnya.

“Dengan perputaran seminggu sekali tiap bloknya kami pun mengaudit sampah dari warga untuk ditabungkan secara transparan dan dalam waktu dua bulan si warga sudah dapat menerima hasih tabungan sampah dengan bentuk misalnya kipas angin, kompor gas, dan sejenisnya,” ungkap Miing.
Miing mengungkapkan dengan sistem Bank Sampah yang pengambilan sampahnya melalui Jumsih maka semakin rajin masyarakat untuk menabung sampah semakin besar pula hasilnya, jadi itulah yang disebut memanfaatkan sampah jadi berharga dan bernilai ekonomis.

Sementara Lia (36) ibu rumah tangga, warga setempat menyambut baik kegiatan Jumsih dan pengelolaan Bank Sampah oleh Komunitas Punk Leuwimunding. “Lumayan buat menambah uang dapur dan mereka punya kegiatan yang positif,” ungkapnya. (Abduh)

3930 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*