Pelaku Usaha Penghasil Payung Khas Majalengka Nyaris Terlupakan

Majalengkatrust.com – Minim publikasi dan tidak terlalu banyak diketahui oleh masyarakat, sebuah Gang Payung di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka Kota, Kabupaten Majalengka diambil dari nama produksi payung usaha warga setempat.

“Gang Payung, dulu sampai sekarang memang sentra produksi payung. Makanya dinamanya Gang Payung,” kata Ketua Grup Madjalengka Baheula, drg. Andi Iman Wandi, saat menyambangi Gang Payung, Selasa (11/07).

Dikatakan dia, beragam jenis payung dibuat disini, antara lain payung geulis, payung agung yaitu payung hias dan payung untuk mengantar jenazah ke pemakaman.

Sementara salah satu pengrajin payung di Gang Payung, Musa mengatakan sekarang tinggal dirinya yang masih setia membuat payung geulis.

“Sebetulnya ada seorang lagi yang masih membuat payung yaitu kakak perempuannya. Tapi kakaknya itu hanya membuat jenis payung untuk keperluan upacara kematian,yaitu payung kecil yang terbuat dari kertas tipis yang mudah rusak,” ungkap Musa.

Musa mengungkapkan, Payung buatannya dan kakaknya ini banyak diminati oleh warga Kabupaten Sumedang.

“Oleh karena itu, penjualannyapun lebih banyak bergantung pada pesanan warga kabupaten Sumedang,” ungkap dia.

Dikatakanya, payung buatan ini terbilang unik, dibuat dari bahan-bahan alakadarnya yaitu antara lain kertas bekas kantung semen, bambu, kayu, lem, dan cat kayu aneka warna.

Menurut Musa zaman dulu bahan-bahannya lebih sederhana lagi. Contohnya untuk pengecatan bahan catnya dibuat sendiri yaitu dari batu puru yang dihaluskan dicampur minyak pernis.

Sedangkan lem untuk merekatkan kertas dibuat dari buah tanjung atau buah kesemek yang masih muda. Ditumbuk dan diperas. Air perasan itulah yang dijadikan lem.

Tampilan payung buatan Musa cukup menarik. Bentuknya kecil mungil cukup untuk berteduh satu orang. Bagian luarnya berhiaskan lukisan aneka flora dan fauna yang menyegarkan mata.

Bentuk payung yang mungil dan warna-warni lukisannya yang menarik, sangat cocok untuk dijadikan cindera mata. Apalagi harganya terbilang relatif murah sekitar Rp75 ribuan. (Abduh)

1536 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*