Pelaku Usaha Transportasi di Majalengka Keluhkan Perpanjang Trayek Kendaraan

MAJALENGKA (CT) – Pemilik kendaraan angkutan umum di Kabupaten Majalengka mengeluhkan sulitnya perpanjangan trayek kendaraan, kalaupun bisa mereka harus membuat badan hukum perusahaan terlebih dulu baik berupa koperasi ataupun PT.

Bila tidak memiliki Badan Hukum maka pengusaha angkutan terancam tidak bisa mengoperasikan kendaraannya.

Jojo salah seorang pemilik angkutan kota jurusan Jatiwangi-Rajagaluh, mengaku kaget ketika dirinya membayar pajak kendaraan yang biasanya hanya Rp 700.000, kini mencapai hingga Rp 1,9 juta, lebih kaget lagi ketika akan memperpanjang trayek ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu & Penanaman Modal (BPPT&PM) Kabupaten Majalengka ternyata ditolak dengan alasan tidak memiliki badan hukum.

“Katanya sekarang semua pengusaha angkutan umum harus memiliki badan hukum, kalau tidak maka tidak bisa memperpanjang trayek angkutan,” ungkap Jojo, Selasa (12/04).

Hals enada juga disampaikan Tati warga Rajagaluh pemilik dua kendaran angkot . Satu trayek angkot miliknya habis dan harus segera diperpanjang. Namun ketika akan memperpanjang ternyata juga disarankan untuk membuat badah hukum terlebih dulu.

Yang bingung menurut Tati untuk membuat badan hukum tersebut harus datang ke notaris dan butuh biaya besar mencapai Rp 1.500.000, jumlah uang tersebut belum termasuk untuk biaya ijin usaha lainnya yang dikeluarkan oleh Kantor BPPTPM.

“Kalau kendaraannya banyak masih mungkin membuat badan hukum, namun bagi pemilik satu kendaraan atau hanya dua angkot saja yang semuanya masih kredit rasanya berat,” ungkap Tati. (Abduh)

1230 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*