Pemkab Majalengka Percantik Wilayah untuk Tarik Wisatawan

MAJALENGKA (CT) – Upaya meningkatkan daya tarik pengunjung dan menambah ruang terbuka hijau. Kini penataan kawasan Taman Dirgantara di pintu masuk Kota Majalengka tepatnya di Bundaran Munjul.

Taman Dirgantara di Bundaran Munjul ini, selain menghadirkan dan menjadikan monumen pesawat tempur sky hawk yang disumbangkan TNI AU juga pembentukan suasana sekitarnya yang merefleksikan percepatan pembangunan bandara di Majalengka.

Taman Dirgantara ini kerap dipenuhi para pengunjung walaupun saat itu baru berupa bundaran kecil di Perempatan sebelah barat kota Majalengka, sampai kemudian bundaran ini menjadi pusat keramaian dan terkadang menadi pusat kemacetan Kota.

Untuk mencegah terjadinya sumbatan lalu lintas tersebut maka Bundaran Munjul atau lebih dikenal bundaran ikan kemudian ditata dan arealnya diperluas lagi sampai memakan lahan sekitar 2 hektare. Dengan membangun taman baru di sebelah Utara Bundaran serta tambahan taman yang terletak di sebelah selatan bundaran dengan replika stiburan sebagai lambang percepatan pembangunan Majalengka.

Sejumlah guru dari berbagai sekolah mulai TK dan SD pun membawa murid-muridnya ke taman tersebut guna memperkenalkan keberadaan taman serta memperkenalkan pesawat terbang yang ada di monumen tersebut.

Tina dan Lisna murid SD asal Rajagaluh datang bersama puluhan murid lainnya serta guru disekolahnya ke Taman Dirgantara. Murid-muriddatu persatu berfoto didepan pesawat sambil bersuka ria.

Tidak hanya murid sekolah, sejumlah pengunjung dari luar pun banyak yang duduk dan berfoto sambil menikmati keindahan taman. Setelah itu mereka menikmati kuliner yang ada di luar taman.

Beberapa pengunjung berharap agar areal taman dirgantara ini ditambah lagi dengan tambahan tanaman pepohonan yang bernuansa rindang disebelah barat taman Dirgantara, di sisa lahan yang saat ini belum dibangun sebagai taman.

“Sebaiknya di bagian barat taman inipun dijadikan taman lagi agar keindahannya lebih sempurna,” ungkap Nana warga Majalengka Kulon, Minggu (03/04).

Warga lain mengatakan, selama ini pusat keramaian sering berada di alun-alun depan pendopo kabupaten. Dengan ditatanya kawasan Taman Dirgantara, Warga berharap keramaian tidak menumpuk di pusat kota melainkan digeser ke sebalah Barat dan yang jelas tidak menjadikan kemacetan.

Alasannya, karena jalan Pemuda dan Jalan Bagusrangin merupakan daerah yang tidak merupakan jalan protokol lain halnya degan jalan yang berada di depan pendopo. Sehingga alun-alun sebagai ikon gedung pemerintahan bisa terpelihara dengan baik dan tidak berkesan kumuh serta semrawut.

“Karena taman dirgantarapun ternyata menjadi pusat kunjungan yang digemari warga Majalengka dan sekitarnya. Makanya alun-alun sebaiknya dibebaskan dari kaki lima,”imbuh Nana. (Abduh)

834 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*