Pengacara AS Nyatakan Kejari Melanggar UUD 1945 dan Abuse Of Power

MAJALENGKA (CT) – Sidang praperadilan dengan pemohon AS Wakil Ketua DPRD Majalengka, tersangka kasus korupsi dana CSR BUMN PT SHS dan termohon Kejaksaan Negeri Majalengka dengan agenda membacakan kesimpulan oleh pemohon dan termohon digelar di PN Majalengka dengan dipimpin Hakim Ketua Achmad Munandar, Selasa (25/08).

Pihak pemohon melalui Pengacara AS, Cepi Pamungkas SH membacakan kesimpulan dihadapan persidangan terbukti sesuai alat bukti dan keterangan saksi, gugatan/permohonan praperadilan yang diajukan pemohon AS ke Pengadilan Negeri Majalengka dengan Reg nomor 01/Pid.Prap/2015/Pn.Mjl pada tanggal 3 Agustus 2015, tentang Sprindik nomor Print- 02/0.2.23/Fd.1/04/2015 tanggal 13 April 2015.

“Dihadapan persidangan terbukti termohon (Kejari) telah melakukan perbuatan sewenang-wenang atau abuse of power yaitu tidak pernah melakukan pemeriksaan AS sebelum AS ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana putusan MK nomor 21/PUU-XII/2014,” kata Cepi.

Cepi juga mengatakan termohon (Kejari) telah melanggar UU nomor 15 tahun 2006 dimana termohon tidak mampu menunjukan bukti kerugian negara hasil pemeriksaan BPK sebagimana pasal 8 ayat 3, pasal 8 ayat 4 dan pasal 10 ayat 1 UU nomor 15 tahun 2006.

“Penetapan tersangka AS oleh termohon tidak didukung alat bukti yang sah yaitu Berita Acara Pemeriksaan Saksi Pro Justicia, penetapan pemohon sebagai tersangka hanya didasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan keterangan dalam proses penyelidikan yang tidak pro justicia serta laporan empat LSM,” jelas Cepi.

Kesimpulannya menurut Cepi, penetapan tersangka AS sama sekali tidak didukung oleh minimal dua alat bukti yang sah, bukti laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK dan pemeriksaan calon tersangka.

“Penetapan pemohon praperadilan AS sebagai tersangka adalah pelanggaran hukum sehingga patut dinyatakan tidak sah,” ungkap Cepi. (Abduh)

1500 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*