Pengacara Klaim Kasus AS Murni Perdata, Bukan Tindak Pidana

MAJALENGKA (CT) – Cepi S. Pamungkas pengacara AS Wakil Ketua DPRD Majalengka yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana CSR PT Sanghyang Sri mengatakan kasus yang menimpa kliennya adalah kasus perdata bukan tindak pidana korupsi.

“Sejak kapan utang piutang jadi tindak pidana korupsi, utang piutang itu perdata,” kata Cepi Pamungkas kepada wartawan di kantor Kejari Majalengka Jl Ahmad Yani nomor 5A, Kamis (30/07).

Cepi mengatakan dalam kasus ini sebelumnya kliennya AS pada November 2014 mendapat surat panggilan dari Kejari Majalengka sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk menyesaikan utang piutang dengan PT Sanghyang Sri.

“Waktu itu surat panggilan penyelesaian utang pun ditanda-tangani Kajari sekarang M. Basyar Rifai,” jelasnya.

Sementara alasan ketidakhadiran kliennya AS tidak hadir memenuhi panggilan kedua penyidik Kejaksaan karena pihaknya meras keberatan dengan surat panggilan yang tidak sesuai KUHAP. “Dalam surat panggilan tidak disebutkan dan dijelaskan klien saya sebagai tersangka kasus apa, penggelapan, penipuan atau tindak pidana korupsi, dan melanggar pasal berapa di UU Tipikor,” jelasnya.

Cepi juga mengungkapkan kliennya sampai saat ini tidak pernah mendapat surat penetapan tersangka sampai ada panggilan kedua ini. “Kami cuma tahu status penetapan tersangka dari surat kabar, ini proses hukum kayak main-main,” tegasnya.

Ketika disinggung apakah akan mengajukan praperadilan Cepi mengatakan belum bisa mengambil langkah karena surat penetapan tersangka saja belum diterima oleh pihaknya. “Kita belum memutuskan langkah untuk praperadilan, surat penetapan tersangka saja belum kita terima,” ujarnya.

Terpisah Kajari Majalengka M. Basyar Rifai melalui Kasi Pidsus Mahdi Suryanto mengatakan tersangka AS tidak hadir memenuhi panggilan kedua penyidik. “Tadi penasehat hukumnya datang memberitahu alasan secara lisan AS tidak hadir, namun kita minta alasan tertulis yang kata penasehat hukumnya akan disampaikan lusa,” jelasnya.

Mahdi mengungkapkan alasan ketidakhadiran tersangka AS menurut pengacaranya karena ada urusan dipanggil DPP Gerindra. “Tersangka AS dianggap mangkir dan akan kita layangkan surat panggilan ketiga,” ungkapnya.

Mengenai tidak adanyaSurat penetapan tersangka Mahdi mengatakan dalam surat panggilan juga sudah tercantum status AS. “Surat panggilan sudah sesuai SOP, ada kita sebutkan status AS sebagai tersangka kasus CSR,” jelasnya. (Abduh)

3030 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*