Pengusulan Bagus Rangin Jadi Pahlawan Nasional Dapat Tanggapan Beragam

MAJALENGKA (CT) – Pengusulan Bagus Rangin menjadi Pahlawan nasional mendapat tanggapan beragam dari warga masyarakat khususnya di wilayah utara Majalengka yang notabene merupakan wilayah Bagus Rangin mengadakan perlawanan terhadap bangsa penjajah.

Menurut salah seorang budayawan yang juga merupakan seniman, Kijoen mengatakan hal tersebut dirasa sangat terburu-buru dalam menentukan pengajuan untuk seseorang mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Dia menuturkan seharusnya ada proses dan tahapan-tahapan yang harus ditempuh serta dilakukan riset mendalam mengenai hal tersebut.

“Saya bukan berarti menolak gelar pahlawan untuk Bagus Rangin, karena beliau jelas sangat layak untuk menerima gelar tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Tapi yang saya soroti adalah tahapan dan proses pengajuannya yang terkesan terburu-buru,” ujarnya Senin (07/09).

Wa Kijoen sapaan akrabnya melanjutkan, seharusnya kalau menyangkut hal-hal bersifat publik institusi atau dinas terkait yang mempunyai kewenangan harus bergerak, berinisiatif membentuk tim riset untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Bukan dengan tiba-tiba mengumpulkan dan memberikan undangan seminar.

“Selama ada musyawarah, Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, Seandainya budayawan, sejarawan lokal Majalengka dikumpulkan kemudian ditambah didatangkan tim ahli dari provinsi atau dari pusat selanjutnya mengadakan riset, maka tidak akan ada polemik di masyarakat,” lanjutnya.

Dia juga berharap ada nilai-nilai ideologi Bagus Rangin yang tertanam dalam jiwa masyarakat majalengka, bukan hanya sekedar penganugerahan gelar pahlawan, tetapi warga justru tidak mengetahui siapa itu Bagus Rangin.

“Sekarang kalau tiba-tiba seperti ini tanpa ada sosialisasi dan proses yang harus dilalui, kan tidak lucu ketika sudah diangkat sebagai pahlawan tetapi generasi muda kita tidak mengetahui sosok Ki Bagus Rangin,” sambungnya.

Pria yang nyentrik ini juga menambahkan, kedepannya Kertajati yang dulu oleh Bagus Rangin dijadikan tempat menghimpun pendukung dan berniat mendirikan kerajaan Pancatengah akan dibangun Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Sehingga sangat layak kalau Bagus Rangin dijadikan nama bandara tersebut.

“Ketika bandara sudah berdiri, Nama Bagus Rangin sangat layak untuk disematkan. Nah kalau sekarang masih terjadi polemik, mau dibagaimanakan kedepannya,” paparnya.

Apalagi ketika seminar berlangsung, banyak orang yang mengaku keturunan dari Bagus Rangin dengan menunjukan fotonya, Dikatakan Dia hal tersebut tidak akan terjadi kalau saja ada tim yang meneliti tentang sejarah Bagus Rangin.

“Ketika seseorang dianugerahi gelar pahlawan, maka keluarganya berhak mendapatkan pengakuan dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengurusnya. Sekali lagi saya bersikap bukan menolak Bagus Rangin sebagai pahlawan Nasional, tapi prosesnya yang saya tidak setuju,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mayjen (Purn) Dr TB Hasanudin SE MM menggagas dan mendorong Bagus Rangin agar menjadi pahlawan nasional, karena perjuangannya memimpin 40 ribu lebih rakyat melawan penjajah Belanda Dengan mengadakan Seminar Nasional Pengusulan Bagus Rangi menjadi Pahlawan Nasional di aula gedung SKB Majalengka yang diisi narasumber Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad Dr Nina Lubis. (Abduh)

2124 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*