Persiapan UN, Ribuan Siswa SMA/SMK di Majalengka Istigotsah Akbar

MAJALENGKA (CT) – Menghadapi ujian nasional (UN) yang akan digelar serentak pada 4-7 April 201f mendatang, ribuan siswa-siswi SMA, SMK dan MA sekabupaten Majalengka menggelar istigotsah akbar di alun-alun Kabupaten Majalengka, Sabtu (02/04).

Acara istigotsah tersebut bahkan dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Sutrisno, Wakil Bupati H. Karna Sobahi, Kepala Dinas Pendidikan H. Iman Pramudya, dan ribuan siswa-siswi dari perwakilan SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Majalengka.

“Dalam menghadapi UN, telah dilakukan berbagai persiapan diantaranya penambahan jam pelajaran yakni pengayaan dan sudah selayaknya siswa-siswi melakukan pendekatan secara religius yakni melalui berdoa agar dalam pelaksanaan UN berjalan lancar dan sukses,” kata Kepala Dinas Pendidikan H. Iman Pramudya kepada wartawan seusai istigotsah.

Iman mengatakan bahwa pelaksanaan istigotsah khusus dilakukan bagi siswa-siswi yang beragama Islam sedangkan bagi non muslim dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing dengan dibimbing oleh pemuka agamannya.

Terkait masalah kebocoran soal, Iman mengatakan bahwa pihaknya menjamin soal tidak akan bocor karena setiap soal UN memiliki barcode sebagai tanda pengaman. “Dengan adanya barcode soal sulit untuk bocor karena memiliki banyak variasi soal,” tegasnya.

Lebih lanjut Iman mengatakan bahwa pelaksanaan UN merupakan salah satu pelaksanaan dari peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. “Pelaksanaan UN merupakan penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Mantan Kadisperindag ini mengatakan bahwa hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program di berbagai satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan penentuan kelulusan peserta didik dari program atau satuan pendidikan.

Aldi (18) siswa kelas XII salah satu SMA Negeri mengatakan bahwa pelaksanaan UN tahun ini sedikit membuat galau dirinya dan teman-temannya yang lain karena variasi soal yang diberikan dalam satu ruangan berbeda-beda dan memiliki barcode sehingga agak membuat dirinya cemas.

“Dengan sistem yang baru yang berbeda dengan tahun sebelumnya tentu kami agak sedikit tegang, namun tetap optimis bisa lulus karena sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari sebelumnya,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Rani (17) siswi SMAN lainnya, menurutnya dengan sistem UN yang baru, dirinya seolah menjadi kelinci percobaan, namun dirinya tetap optimis bisa lulus.

“Kita lihat dari sisi positifnya saja dengan banyaknya variasi soal yang memakai barcode ini akan meminimalkan budaya saling contek antar siswa sehingga tidak terjadi siswa yang sehari-harinya prestasinya biasa saja namun nilai UNnya mengalahkan siswa yang pintar,” tandasnya polos.

Di tempat yang sama Bupati Majalengka H. Sutrisno mengatakan bahwa untuk menjadi Negara Maju pendidikan memiliki peran yang paling tinggi yaitu bisa memberikan kontribusi kemandirian dan daya saing suatu bangsa.

“Oleh karena itu mari kita bangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Majalengka agar mampu melahirkan generasi penerus yang dewasa, peka serta peduli terhadap probelamatika yang muncul di masa depan serta mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang berakselerasi begitu cepat,” jelasnya.

Sutrisno berpesan kepada para siswa yang mengikuti UN agar mempersiapkan diri dengan tekun dan lebih giat belajar dan berdoa serta tidak percaya kepada bocoran soal. “Jadilah generasi muda yang mempunyai sikap visioner, kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi,” tegasnya. (Abduh)

687 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*