Petani Cengkeh Keluhkan Harga Jual Tidak Stabil

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah petani cengkeh di wilayah selatan Kabupaten Majalengka, mengeluhkan harga cengkeh yang tidak stabil di pasaran yang menyebabkan keuntungan mereka berkurang.

“Sebulan yang lalu harga cengkeh mencapai Rp. 150 ribu per kilogram dan saya mendapat untung lumayan. Namun sekarang turun Rp. 80 ribu per kilogram,” kata Yoyo (40) petani Cengkeh di blok Girang, Desa Banjaran, Kabupaten Majalengka, Minggu (09/08).

Yoyo berharap adanya kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga cengkeh dan membuatnya tetap stabil jangan sampai dikendalikan oleh tengkulak atau bandar sehingga membuat keuntungan petani cengkeh menipis.

“Naik turunnya harga cengkeh ini terlalu cepat dan hanya tengkulak yang bermodal besar yang untung gede, soalnya mereka bisa memborong cengkeh sewaktu murah dan menjualnya ketika harga mahal, sedangkan petani tidak bisa berbuat apa-apa sebab kalau cengkeh tidak cepat dijual akan tua dan berjatuhan daripada rugi terpaksa dijual ke bandar,” ungkapnya.

Namun dia tidak memungkiri, melimpahnya panen cengkeh di awal bulan Agustus ini membuat harga cengkeh turun karena stok cengkeh melimpah di pasaran.

“Awal bulan kemarin, sebelum panen cengkeh melimpah harga cengkeh sempat bagus mencapai Rp. 150 ribu per kilogram, petani inginnya kalau turun jangan drastis,” harapnya.

Petani cengkeh lainnya Momon mengatakan saat ini petani cengkeh membutuhkan bantuan baik dari segi pembibitan, pemupukan hingga pemasaran.

Ia mengungkapkan harga bibit pohon cengkeh per batang saat ini berkisar antara Rp. 15 ribu – Rp. 25 ribu per batang, dan baru akan berbuah cepat apabila pemupukan bagus dan tergantung kondisi kesuburan tanah.

“Selama ini kalau mendapat bantuan bibit pohon dari pemerintah sering tidak sesuai kebutuhan, petani butuhnya bibit cengkeh diberi bibit Mangga, padahal daerah Selatan ini tidak cocok menanam Mangga karena cuacanya dingin,” jelasnya. (Abduh)

4233 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*