Petani di Kecamatan Ligung Mulai Proses Pertanian

MAJALENGKA (CT) – Sebagian petani di wilayah utara Majalengka seperti kecamatan Ligung, Jatitujuh dan Kertajati sudah mulai memasuki musim tandur (tanam benih-red).

Hal tersebut dilakukan mengingat curah hujan yang sudah merata hampir ke seluruh wilayah yang berada di Kabupaten Majalengka.

Menurut salah seorang petani asal Desa Ampel Kecamatan Ligung, Abdullah (45) mengatakan, Dalam musim tandur kali ini dirinya memilih jenis bibit yang dianjurkan oleh Dinas Pertanian yaitu inpari 30.

Dikatakan dia, inpari 30 memiliki keunggulan sebagai padi “kapal selam” artinya dia bisa hidup terendam air 15 hari nonstop pada saat masa vegetatif.

“Saya ikut anjuran penyuluh, soalnya belajar dari pengalaman musim tanam kemarin ketika menanam padi yang bukan merupakan anjuran pemerintah itu akan menemui banyak kendala baik dari hama maupun dari pengairan,” katanya kepada CT, Kamis (10/12).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Majalengka Taham mengatakan, sebenarnya Inpari 30 lazim dinamakan Ciherang sub 1 karena memang berasal dari Ciherang yang disusupi gen ketahanan terhadap
rendaman.

“Inpari 30 termasuk sangat bagus pertumbuhannya, Postur tanaman tinggi, batang kaku dengan daun lebih lemas dari pada ciherang hampir sama dengan daun inpari 8,” jelasnya.

Ia mengungkapkan memang masih terlalu pagi untuk menilai Inpari 30 benar-benar cocok dan bisa beradaptasi baik karen belum bisa mengetahui hasil panen riilnya. (Abduh)

1290 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*