Petani di Majalengka Diminta Lakukan Percepatan Proses Tanam

Majalengkatrust.com – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, H. Wawan Suwandi menginstruksikan kepada seluruh petani di Kabupaten Majalengka untuk melakukan percepatan musim tanam rendeng seiring dengan curah hujan cukup tinggi.

“Dengan percepatan musim tanam, diharapkan petani bisa melakukan tiga kali tanam,” kata Wawan, Selasa (11/10).

Menurut dia, instruksi percepatan tanam ini, sesuai dengan Keputusan Bupati Majakengka  No 521.21/1505/2016 tentang Percepatan Tanam Padi MT I yang sudah disampaikan kepada seluruh Camat se Kabupaten Majalengka.

“Melalui SK Bupati ini diharapkan sosialisasi segera dilakukan semua camat dan petugas lapangan pertanian kepada kelompok tani dan petani, agar tidak mengalami keterlambatan tanam,”jelas dia.

Dikatakan dia, varietas padi yang ditanam dihimbau padi-padi yang lebih tahan akan serangan serangan hama seperti halnya inpari, mekongga atau barietas lainnya. Sedangkan ciherang disarankan untuk tidak ditanam karena sudah rentan serangan hama.

Wawan mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka sementara ini mentargetkan luas areal tanam  di tahun 2017 mendatang mencapai 120.000 hektare dengan target produksi mencapai 780.000 ton Gabah Kering Giling.

Target produksi naik dibanding tahun ini, yang berdasarkan target dari Kementrian Pertanian mencapai seluas 112.475 hektare dengan produksi per hektare mencapai 6,66 ton.

“Target tahun ini dari luas tanam bisa tercapai bahkan melebihi target sekiyara 2.835 hektare, dan produksi diperkirakan melebihi target,”ungkap Wawan.

Tingginya target produksi tahun ini sehubungan adanya percepatan musim tanam sehingga diharapkan akan lebih banyak areal sawah yang bisa tiga kali tanam seiring dengan tingginya curah hujan.

Selain itu disaat curah hujan mulai berkurang petani bisa memanfaatkan pompa air yang tersedia, yang berasal dari bantuan pemerintah Kabupaten serta Kementerian Pertanian.

Sementara itu di sejumlah wilayah utara Majalengka seperti Kecamatan Jatitujuh dan Ligung serta Kertajati sejak minggu ini sudah banyak desa yang melaksanakan ritual munjung dan sedekah bumi menandakan bisa dimulainya musim tanam.

Desa-desa yang sudah melakukan ritual munjung dan sedekah bumi diantaranya adalah Panyingkiran, Putridalem serta Sumber, Kecamatan Jatitujuh sedangkan desa-desa lainnya baru akan melaksanakan sedekah bumi pada minggu kedua.

Menurut Yahya petani di Desa Panyingkiran, karena para petani di wilayahnya baru menyelenggarakan munjung sementara  sedekah bumi baru akan dilaksanakan pada minggu besok maka para petani belum bersedia memulai musim tanam. Itu baru akan dimulai bila sedekah bumi sudah dilaksanakan.

“Kalau munjung kan sukuran memulai tanam di makam, sedangkan sedekah bumi dilaksanakan di pinggir pematang sawah atau di tanggul aliran irigasi, jadi ya kami belum bisa menggarap lahan,” ungkap Yahya. (Abduh)

2277 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*