Petani Majalengka Ditembak Gas Air Mata, DPRD Jabar Sesalkan Tindakan Aparat Keamanan

Majalengkatrust.com – Anggota DPRD Jawa Barat asal Majalengka, H. Yomanius Untung menyesalkan proses pengukuran lahan untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, diwarnai tembakan gas air mata terhadap warga yang melakukan penolakan.

“Tim gabungan semestinya menahan diri untuk tidak memilih cara kekerasan, karena justru cara ini sejatinya akan memengaruhi kebijakan pembangunan bandara ini ke depannya,” kata Mang Untung, sapaan akrabnya, Kamis (17/11).

Harus diingat, lanjut Untung, bahwa masyarakat yang dihadapi oleh tim gabungan sesungguhnya sedang mempertahankan haknya untuk hidup layak, yang sebagaimana mereka rasakan sebelum lahirnya kebijakan pembangunan bandara tersebut.

Karena itu sesungguhnya, Pemerintahlah yang mengusik ketenangan hidup mereka. Dengan demikian maka pendekatan kekerasan dengan menggunakan alat kekuasaan menjadi sangat tidak mendasar.

“Sungguhpun sudah beberapa kali dilakukan komunikasi yang berujung kegagalan, hal tersebut tidak boleh menghentikan pilihan dengan cara musyawarah. Sejatinya mereka hanya ingin mendapatkan kepastian masa depannya, bukan sekedar harga tanahnya,” tandas Mang Untung.

“Segera hentikan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan urusan pembebasan tanah untuk bandara ini. Ingat, mereka yang diusik kehidupannya oleh pemerintah,” tegas Mang Untung.

Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Mada Roostanto mengatakan, pengukuran lahan bertempat di area proyek Bandar BIJB Kertajati Blok Sukakerta Desa Sukamulya, Kec. Kertajati, Kab Majalengka oleh pihak BPN dan Biro Aset Provinsi Jabar, telah melalui negoisasi dengan warga yang menolak.

Menurut AKBP Mada, adapun negosiasi yang disampaikan masyarakat yang kontra, menanyakan surat perintah pengerahan pasukan dan dari pihak yang kontra pengukuran minta ditangguhkan. Selain itu, Massa yang kontra meminta kepada perwakilan negosiasi agar berkoordinasi ke kantor Desa.

“Negosiasi mengalami jalan buntu, dikarenakan dari dua belah pihak tidak ada solusi, sehingga pihak keamanan mengambil tindakan tegas, sehingga membubarkan massa yang kontra dengan tembakan gas air mata agar pihak BPN dapat melanjutkan pengukuran,” jelasnya.

Pantauan CT, massa yang kontra tidak setuju dengan hasil negosiasi, sehingga massa bentrok dengan pihak pengamanan.

Massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata, seingga warga terpancing untuk melakukan perlawanan dengan menggunakan alat ketapel, bambu runcing, sabit, serta golok dan batu.

Baca juga:

 

Bentrok! 2000 Personel Amankan Pengukuran 12 Hektare Lahan BIJB

Akhirnya massa dapat dipukul mundur oleh aparat keamanan, dan pengukuran tetap dilakukan oleh BPN dengan pengamanan ketat aparat keamanan hingga pukul 17.00 WIB. (Abduh)

6585 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*