Petani Mangga Pilangsari Majalengka Berhasil Kembangkan Mangga 9 Bulan Panen

MAJALENGKA (CT) – Lahan seluas 300 hektare di balik Desa Pilangsari, Jatitujuh, Majalengka, itu terpencil. Hanya jalan berbatu selebar 3 meter yang menghubungkan dengan dunia luar. Siapa sangka dari lahan milik pabrik gula Jatitujuh dipanen aneka mangga-gedong gincu, erwin, dan lalijiwo-selama 9 bulan berturut-turut.

Padahal, panen raya mangga hanya 3-4 bulan di penghujung tahun. Di atas lahan itu tumbuh 34.700 mangga. Sebanyak 17.000 pohon jenis gedong gincu, mangga andalan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang. Erwin dan arumanis masing-masing 11.000 dan 5.000 pohon. Sisanya-1.700 pohon-jenis lalijiwo, okyong, cengkir, dan apel.

Menurut Sahril Sidik, yang mengelola kebun itu, panen mangga 9 bulan bukan berarti 1 pohon dipanen selama 9 bulan berturut-turut. “Bila 1 pohon dipanen selama 9 bulan, bisa merana pertumbuhannya,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu Minggu (13/09).

Menurutnya Panen 9 bulan dilakukan dengan membagi lahan menjadi blok -blok seluas 4 ha. Populasi 4 ha berkisar 400-560 pohon dengan jarak tanam bervariasi: 10 x 10 meter; 8 x 8 meter; dan 10 x 8 meter.

Ia mengatakan lantaran 32% populasi berupa gedong gincu, maka pengaturan panen utama difokuskan pada mangga berbentuk bulat berwarna merah menyala itu. Sahril membagi panen menjadi 4 tahap: Juni-Juli sebanyak 2.000 pohon, Agustus-September (5.000 pohon), Oktober-November (5.000 pohon), dan Desember-Januari (5.000 pohon).

Untuk memajukan panen pada 2 tahap pertama dilakukan perangsangan dengan kombinasi hormon auksin, sitokinin, dan giberelin. Panen tahap ketiga tanpa perlakuan karena merupakan panen raya. Panen tahap terakhir dilakukan dengan pemunduran berupa penyiraman.

Menurut Sahril, ada 3 cara berbeda yang dilakukan untuk memaksa bunga keluar di luar musim. Yang pertama memberikan perangsang berupa kombinasi auksin, sitokonin, dan giberelin. Yang kedua menghambat pertumbuhan vegetatif dengan retardan berbahan aktif paklobutrazol, dan yang terakhir memberikan perangsang organik. Itu berupa resep buatan sendiri yang berasal dari bahan berupa 10 kg udang, 5-10 kg belut, 5-10 kg ikan nila, dan 5-10 kg ikan tawes. Bahan itu lalu dilarutkan dalam 30 liter air dan dicampurkan puree mangga sebanyak 1 liter. Puree mangga berfungsi sebagai pakan untuk mikroorganisme pengurai.

Sahril menambahkan, dari ketiga cara itu yang paling ampuh memacu keluarnya bunga ialah bahan aktif paklobutrazol. Itu karena mangga tergolong tanaman terminal alias berbunga di ujung. Paklobutrazol yang diberikan pada tanaman sehat ‘melumpuhkan’ titik tumbuh sehingga pertumbuhan daun baru terhambat. Pada-hal, fotosintesis tetap berlangsung sehingga rasio C/N pada tajuk tinggi. Akibatnya, setelah titik tumbuh pulih yang keluar calon bunga, bukan daun baru.

Sedangkan menurut Dasman petani Mangga lainnya, paklobutrazol menghambat pertumbuhan sel meristem dan mendorong perkembangan ke arah induksi bunga melalui 2 cara. Yang per-tama merubah keseimbangan hormon dengan menginduksi produksi etilen yang merangsang pembungaan. Yang kedua menekan laju pertumbuhan sehingga akumulasi nitrogen dikurangi.

“Dampaknya C/N rasio pada tajuk tinggi. Pengaturan waktu pemberian paklobutrazol itulah yang membuat panen mangga dapat diatur,” jelasnya. (Abduh)

3309 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*