Petani Menjerit Memasuki Musim Panen Harga Gabah Turun

MAJALENGKA – Seiring mulainya musim panen yang hampir serentak di wilayah Majalengka, Harga semua jenis beras di pasaran kini mulai turun. Besar penurunan harga beras rata-rata Rp 1.500 per kilogram hingga Rp 2.000 per kilogram.

Dari data dan keterangan sejumlah pedagang beras di Pasar Cigasong dan Kadipaten, penurunan harga beras sudah berlangsung lebih dari seminggu. Untuk beras IR 64 kualitas I misalnya, harga semula Rp 11.000 per kilogram, kini hanya Rp 9.500 per kilogram, Beras IR 64 kualitas II yang semula Rp 10.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 9.000 per kilogram. Adapun, beras kualitas III yang semula Rp 9.500 per kilogram kini hanya Rp 8.000 per kilogram.

Tidak hanya beras jenis IR, beras Pandanwangi pun mengalami penurunan. Beras “pulen” ini yang semula mencapai Rp 13.000 per kilogram, kini Rp 11.000 per kilogram. Begitu pula beras dari Cianjur yang hanya Rp 11.500 per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang beras di pasar Cigasong, Ade Kominah mengatakan penurunan harga beras tersebut dipengaruhi oleh musim panen, sehingga gabah mudah diperoleh.

“Sekarang ini semua harga beras turun karena musim panen tiba. Gabah mudah diperoleh dengan harga murah, makanya beras juga murah,” ujarnya Senin (04/04).

Lebih lanjut Ade menjelaskan, saat ini dipasaran, banyak beras hasil penen rendeng sehingga kualitasnya kurang baik. Ukuran beras kecil dan bahkan saat digiling beras menjadi remuk. Kondisi ini diduga akibat pengaruh dari hasil panen yang kurang baik.

“Ketika gabah di giling ternyata berasnya kecil yang harusnya masuk pada kualitas beras kelas I akhirnya masuk kelas II karena selain kecil banyak yang remuk, kondisi ini bisa akibat penjemuran yang terlalu kering atau memang bulir padi yang kecil akibat terkena serangan hama,” ungkapnya.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Wati pedagang beras di Pasar Kadipaten. Dikatakan Dia, penurunan harga terjadi karena pasokan yang melimpah. Beras yang pada musim kemarau harus mencari ke wilayah kabupaten tetangga, kini di Majalengka sendiri harga sangat murah. Di tingkat penggilingan gabah hanya mencapai Rp 430.000 per kuintal.

“Wah sekarang semua harga beras turun dan diperkirakan harga akan terus stablil hingga musim tanam ke tiga karena stok gabah di petani melimpah, harga pun murah. Harga beras di pasaran tergantung stok gabah di petani bila banyak maka harga stabil. Sebaliknya stok gabah di petani habis harga akan naik,” ujarnya.

Sementara itu, tengkulak Gabah asal Majalengka, Atim membenarkan turunnya harga beras di pasaran. Bahkan, saat ini yang mengalami penurunan tidak hanya beras, tetapi juga cabe merah. “Turun harga beras sudah berlangsung seminggu, karena musim panen dimana-mana,” ungkapnya. (Abduh)

684 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*