PMII Demo DPRD Minta Pemerintah Usut Tuntas Konflik BIJB

Majalengkatrust.com – Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII menggruduk Gedung DPRD Kabupaten Majalengka, mereka melakukan aksi demo menuntut pemerintah mengusut tuntas konflik dalam pembebasan tanah Bandara Internasional Jawa Barat, Senin (21/11).

Mahasiswa yang dipimpin Ketua PMII PC Majalengka Fauzi Akbar membawa spanduk bertuliskan lStop Kriminalisasi”, “Save Sukamulya”, “Pemerintah dan DPRD harus kawal Desa Sukamulya”, “Tolak Pembangunan BIJB”, “Usut Tuntas Pelanggaran-Pelanggaran Dalam pembangunan BIJB” dan “Bebaskan petani Sukamulya”.

Aksi diawali sekitar pukul 14:05 wib massa PMII Melaksanakan Long March sejauh 1 kilometerr dari lapangan Pujasera menuju ke Gedung DPRD Kab. Majelengka di jalan KH Abdul Halim Majalengka dengan membagi selembaran dan kemudian melakukan orasi di depan gerbang Gedung DPRD.

Orasi yang di sampaikan Ketua PMII Fauzi mengatakan proyek BIJB di jdikan batu lempar oleh para penguasa yang tidak bertanggung jawab, selain itu Kamis (17/11) masyarakat Sukamulya pun mengalami tindakan represif yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Catatan buruk bagi Pemda dan DPRD Majalengka yang tidak becus dalam mengawal hak rakyat Sukamulya. Insiden ini membuktikan lemahnya nilai-nilai kepromanusiaan dan HAM di Kabupaten Majalengka,”ungkap Fauzi.

“Masyarakat Sukamulya yang pro meminta kepada kami agar segera di bebaskan di karenakan adanya intimidasi dari masyarakat yang kontra, mari kira cari jalan keluar sehingga permasalahan desa Sukamulya dapat terselesaikan,”tambah Tarsono.

“Kami sebagai wakil rakyat tidah pernah membedakan warga yang pro dan kontra itu semua adalah masyarakat kita semua,  untuk itu mari kita sama sama mencari jalan keluar, pembangunan BIJB ini merupakan Proyek Pemerintah Provinsi akan tetapi Kabupaten Majalengka yang sebagai tuan rumah harus ikut berperan,”ungkapnya.

Para peserta aksi dari PMII meminta kepada para perwakilan anggota DPRD yang menemui pendemo untuk menandatangani petisi yang akan dikirim ke Gubernur Jabar.

Petisi yang salah satu isinya pembebasan 3 orang petani  Sukamulya yang ditahan di Polda jabar, dan pengalihan Runway Bandara BIJB.Akan tetapi hanya satu orang yang berkenan menandatangani petisi tersebut yaitu Anggota DPRD dari Fraksi PPP Dede Aip Mussofa.

Sekitar pukul 15:45 WIB para pendemo menuju ke depan pendopo Bupati Majalengka dan melasanakan orasi yang sama dan meninggalkan Pendopo selama aksi di Pendopo tidak ada yang menanggapi, sehingga para pendemo menuju ke Polres Majalengka.

Namun waktu yang sudah sore disarankan oleh Kapolsek Kota, AKP Maman Suparman agar tidak usah aksi di Polres Majalengka dengan alasan dia kan menyampaikan aspirasi para peserta aksi akan di sampaikan ke Kapolres dan akhirnya pendemo membubarkan diri. (Abduh)

1557 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*