Polres Majalengka Lakukan Penyelidikan Dugaan Pencabulan Oleh Wartawan Gadungan

MAJALENGKA (CT) –  Kapolres Majalengka, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Andhika Fitransyah, SIK mengatakan pihaknya akan memanggil, Melati (16) (nama samaran) korban pencabulan yang dilakuakan, D wartawan gadungan di rumah seorang dukun.

“Lusa kita akan pemeriksaan korban, kasus ini baru pemeriksaan awal. Akan kita periksa saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti jadi belum bisa kita tingkatkan ke penyidikan. Belum menetapkan tersangka, karena baru sebatas aduan dari pelapor,” ungkap Kasat Reskrim kepada wartawan cetak dan elektronik di ruang kerjanya, Selasa (19/08).

Kasat Reskrim juga membantah terlapor adalah seorang wartawan, karena berdasarkan data yang diperolehnya pekerjaan sehari-harinya adalah seorang wiraswasta.

“Terlapor cuma pernah memberikan surat tugas sebagai wartawan, namun pekerjaan sebenarnya wiraswasta,” jelasnya.

Ketua PWI Perwakilan Majalengka, Tati Purnawati menyayangkan adanya kasus yang membawa nama wartawan, meski ternyata wartawan gadungan namun tetap saja mencoreng citra wartawan.

“Wartawan itu adalah profesi mulia, mendokumentasikan dan mengirim berita ke redaksinya masing-masing, untuk dipublikasikan baik melalui media cetak dan elektronik,” ungkap Tati.

Bahkan menurutnya, wartawan itu harus mempunyai kemampuan jurnalistik yaitu menulis berita, keahlian fotografi dan video, kemampuan melakukan wawancara serta lulus uji kompetensi atau sertifikasi yang dilakukan Dewan Pers melalui PWI, AJI atau IJTV.

“Masuk anggota PWI saja minimal pendidikan D3. Perusahaan pers yang benar, minimal menerima calon wartawan pendidikan S1 dan menggajinya per bulan setara minimal UMR sebanyak 12 kali setahun. Jadi tidak asal bikin perusahaan pers dan menerbitkan Kartu Pers buat orang yang tidak jelas kemampuanya,” jelas Tati.

Seperti diberitakan CT sebelumnya, oknum wartawan berinisal D dilaporkan ke bagian unit PPA Polres Majalengka. Dia dilaporkan oleh keluarga korban telah membawa anak gadisnya yang masih berusia 16 tahun.

Diketahui, Melati (16) (bukan nama sebenarnya) pernah disetubuhi sebanyak 5 kali di sebuah rumah dukun. Mereka berdua melakukan tidur bareng di rumah dukun di Desa Kodabaya Kecamatan Bantaujeg Kabupaten Majalengka. (Abduh)

2361 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*