Puluhan Dokter Demo Tuntut Revisi UU Pendidikan Kedokteran dan Tolak DLP

Majalengkatrust.com –  Sejumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Majalengka sekitar pukul 12.30 WIB menggelar aksi damai di Gedung Negara, Pendopo, Kabupaten Majalengka jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 01, Senin (24/10).

Para dokter yang bergabung dalam IDI awalnya berkumpul di halaman Masjid Agung Al Imam Majalengka.

“Tema aksi damai IDI yaitu “reformasi sistem kesehatan dan sistim pendidikan kedokteran pro rakyat”,” kata Korlap Aksi, dr Erni Harleni.

Selain itu, lanjut dia aksi damai yang dilaksanakan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dalam rangka Hari Ulang Tahun Dokter Indonesia.

“Mari kita wujudkan dokter Indonesia yang bermutu tanpa DLP atau Dokter Layanan Primer,” ungkapnya.

Selain itu, aksi damai IDI sebelumnya melakukan penyerahan sumbangan kepada SLB Bagian C YPLB di jalan Emen Slamet nomor 70.

Juga, kepada Panti Asuhan Mauma di jalan Suha, Panti Asuhan Taman Pendidikan di jalan Suma dan Mesjid Al Imam depan Pendopo melakukan pembagian paket sembako kepada masyarakat tidak mampu.

Selanjutnya aksi damai IDI, mengadakan audensi dengan Bupati Majalengka dan menyampaikan kegiatan aksi damai di tingkat IDI Cabang Majalengka dan menyampaikan maksud aksi damai di Jakarta membaca puisi karya prof Wimpi.P. dan menyerahkan simbol menolak DLP(Dokter Layanan Primer).

“IDI menuntut revisi UU Pendidikan Kedokteran dan. Perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penguatan ketahanan Nasional di bidang Kesehatan,” ungkap dr. Erni.

Aksi damai IDI diterima oleh Bupati Majalengka, H. Soetrisno didampingi oleh Sekda, H. Ahmad Sodikin dan turut hadir Kadinkes, dr Gandana Purwana dan para Staf Ahli Bupati.

Aksi damai juga diwarnai. Penyerahan secara simbolis kepada Bupati Majalengka berupa kaos dari Ketua IDI yang bertiliskan IDI Menolak DLP (Dokter Layanan Primer).

Sementara itu Bupati Majalengka, H. Soetrisno mengatakan atas nama pemerintah daerah Kabupaten Majalengka mengucapkan selamat ulang tahun kepada para dokter Indonesia atau IDI.

“Semoga Ikatan Dokter Indonesia dapat mewujudkan visi dan misi kedokteran,” kata Bupati Sutrisno.

“Kami akan menyampaikan aspirasi para auden dari IDI ke Menteri Kesehatan, jika perlu kami akan sampaikan ke staf Ahli Kepresidenan, agar cepat mendapat tanggapan dan tidak
terputus di tengah jalan,” tukas Bupati Sutrisno. (Abduh)

1638 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*