Puluhan Sopir Dumptruk Serbu Kontraktor BIJB, Ada Apa?

MAJALENGKA (CT) – Puluhan sopir angkutan Dumptruk yang tinggal di sekitar Desa Kertasari, Kertajati, Babakan, Sukawana, Kecamatan Kertajati beramai-ramai mendatangi kontraktor proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya, Selasa (08/09).

Menurut salah seorang koordinator aksi Darsono dan Endang Dani, mengatakan aksinya itu karena kecewa dengan manajemen perusahaan yang tidak memperhatikan nasib masyarakat sekitar terutama sopir dan pemilik kendaraan dumptruk yang tidak dilibatkan dalam proyek pembangunan BIJB.

Mereka menjelaskan, untuk mobil-mobil pengangkut material didatangkan dari luar wilayah Kertajati bahkan dari luar Majalengka seperti Jakarta dan Jawa Tengah. Hal tersebut sangat disesalkan padahal seharusnya putra daerah dilibatkan dalam proyek tersebut sehingga bisa menggerakan roda perekonomian di wilayah itu.

“Kami minta diakui sebagai masyarakat Kertajati dan kami juga meminta agar kami diberdayakan, kendaraan kami dipakai jangan malah mendatangkan kendaraan dari luar,” ujar Darsono dengan nada kesal.

Lebih lanjut dikatakan dia, ketika proyek tol Cikopo-Palimanan warga sekitar itu diberdayakan dengan cara mengakomodir para pemilik kendaraan dan sopir untuk memuat material yang didatangkan dari warga Desa sekitar. Padahal bukan bermaksud membandingkan tetapi proyek BIJB itu jauh lebih besar daripada proyek tol kemarin.

“Masyarakat sekitar jangan hanya kena asapnya saja, berdayakan juga kami sebagai putra daerah untuk ikut membangun bandara ini,” ujar Umi Endang Dani mengamini.

Sementara untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan Jajaran Muspika Kecamatan Kertajati yang terdiri dari Kapolsek Kertajati AKP Abdul Majid, Danramil Kertajati Kapten Arh Endang Supriatna beserta Kepala Desa Kertasari Tarjaya dan Kepala Desa Kertajati Ajat Sudrajat memfasilitasi pertemuan antara pihak kontraktor dengan warga.

Dalam pertemuan itu Danramil Kapten Arh E Supriatna mengatakan, semua tuntutan warga sudah disampaikan pada pihak kontraktor, dimana warga meminta sebanyak 25 dumptruk mereka ikut dilibatkan dalam proyek pengerjaan bandara, namun berbanding terbalik dengan keinginan warga, pihak kontraktor hanya menyanggupi 9 armada per hari untuk dipekerjakan.

“Semuanya sudah saya sampaikan disaksikan pak kapolsek dan pak kuwu, namun mereka hanya menyanggupi 9 armada perhari. Itu silahkan diatur oleh koordinator sistemnya mau seperti apa. Kalau 25 armada masuk semua mereka (kontraktor) merasa keberatan karena harus membatalkan kontak dengan perusahaan rekanan sudah ditandatangani,” ujarnya didepan puluhan sopir dan warga.

Sementara itu menurut salah seorang sopir Dayat mengatakan, dirinya dan rekan-rekan yang lain merasa rugi kalau harus bergantian. Belum lagi nanti timbul kecemburuan sosial antara sesama sopir kalau sistem kerjanya di rotasi seperti itu.

“Jelas tidak mau mas, Kami ingin 25 kendaraan masuk semua setiap hari, kalau bergiliran 9 kendaraan perhari nantinya akan timbul kecemburuan. Terutama yang kebagian terakhir ketika tidak mendapatkan muatan,” ujarnya.

Ketika para wartawan akan mengkonfirmasi berita ini pada PT Waskita Karya, namun dicegah oleh Satpam perusahaan, dirinya mengatakan bahwa pihak persusahaan tidak bisa ditemui karena pimpinan sedang ada rapat penting.

“Mohon ma’af sedang ada rapat mas, tidak bisa ditemui. Nanti kalau sudah selesai mas saya hubungi lagi,” ujarnya sambil meminta nomor yang bisa dihubungi.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada kesepakatan yang tercapai antara warga dengan pihak kontraktor, Warga mengancam akan tetap mogok dan menghentikan kendaraan yang bekerja dalam proses pembangunan Bandara sampai dengan ada kesepakatan dan keinginan mereka bisa terakomodir. (Abduh)

3306 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*