Ratusan Penyuluh THL Pertanian Majalengka Tagih Janji Pemerintah Diangkat CPNS

Majalengkatrust.com – Ratusan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) asal Kabupaten Majalengka turut aksi unjukrasa di Istana Negara Jakarta bersama ribuan rekannya dari berbagai daerah di Indonesia tanggal 6-8 September 2016.

Mereka menuntut Presiden RI, Joko Widodo segera mengeluarkan Perpres tentang pengangkatan THL-TBPP menjadi PNS tanpa membedakan usia.

“Kami menagih janji pemerintah, terkait kejelasan status kami, karena selama ini dijanjikan masuk ASN, namun tidak kunjung proses, bagi kami harga mati untuk diangkat menjadi PNS,” kata Ali Imron, tenaga harian lepas Penyuluh Pertanian asal Kabupaten Majalengka, Rabu (07/09) ketika dihubungi via telpon.

Dikatakan dia, munculnya Perpres terkait pengangkatan PNS bagi penyuluh pertanian, berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Nomor B/2631/M.PAN-RB/07/2016 hanya berlaku bagi THL-TBPP yang berusia 35 tahun, sementara yang diatasnya tidak ada kejelasannya.

Menurut dia, dari tanggal 6-8 September 2016 para THL-TBPP yang datang melalui masing masing perwakilan se-Indonesia berkumpul di Museum Nasional (Monas) melakukan long march menuju Istana Presiden sebanyak 20 ribu orang.

Sebelumnya ungkap dia, berbagai langkah telah ditempuh, segala upaya dilakukan mulai dengan gelar hearing Menpan RB, hearing dengan DPR RI pun sudah dilakukan.

“Namun apa hasilnya kami semua belum diangkat menjadi PNS. Itulah yang mendasari teman teman THL-TBPP seluruh Indonesia. Kali ini kita menggelar aksi selama tiga hari di Jakarta dan saya harap permintaan dari teman teman THL-TBPP bisa didengar oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” tukasnya.

Menurut dia, bahwa pemerintah sudah berjanji ihwal pengangkatan ini.Ia menceritakan kronologi bahwa janji yang diucapkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Sebelumnya Menteri Pertanian janji sama kita terkait kegiatan di Banten, pada waktu itu kita diundang perwakilan per kabupaten 3 orang. Di situ kita buat perjanjian tapi tanpa hitam di atas putih. Kami diberikan tantangan kalau pada musim tanam, November-Maret itu kita berhasil tanam seluas 9 juta hektar se-Indonesia, kita akan diangkat PNS. Itu tahun 2015. Setelah itu, Menteri Amran berjanji akan bertemu dengan para perwakilan di bulan Maret 2016. Itu adalah masa panen raya. Janji yang diucap tidak lantas terealisasi,” paparnya. (Abduh)

1896 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*