Ratusan Warga di Jatitujuh Majalengka Keluhkan Aliran Air PDAM

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah warga Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh mengeluhkan pelayanan yang diberikan pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Majalengka unit Jatitujuh. Pasalnya air yang seharusnya mengalir normal sesuai dengan harapan warga, ternyata sudah hampir dua pekan lebih air tidak mengalir kalaupun mengalir hanya malam hari. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga.

Salah seorang warga, Taufiq (34) mengaku, pelayanan yang diberikan oleh pihak PDAM tentu sangat bertolak belakang dengan harapan warga, karena sudah hampir dua pekan lebih air tidak mengalir.

Ketika air mengalir juga, kata Taufiq, sangat tidak optimal. Selain itu diperparah dengan waktu air itu mengalir, karena air mengalir hanya pada saat malam hari saja hingga subuh. Lanjut Taufiq menerangkan, air mengalir hanya pukul 22.00 hingga pukul 03.00, itu juga volumenya sangat kecil, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tentu tidak akan cukup.

“Sudah dua minggu lebih kondisi ini, tentu saya kesal dengan pelayanan PDAM,” kata Taufiq, Rabu (26/08).

Dengan waktu yang mengalir itu, kata Taufiq, hanya dapat mencukupi untuk mandi saja, itu juga mandi dengan seadanya, karena air takut tidak cukup. Sehingga untuk aktivitas lainnya seperti untuk mencuci dan kebutuhan rumah tangganya tidak dapat terpenuhi.

“Kalau mau mandi juga, harus menampung air dulu pada malam hari, jadi harus begadang, waktunya tidur, ini menunggu air,” terangnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Mia (37), menurutnya dengan kondisi ini sangatlah mengganggu, karena segala aktivitas menjadi terhambat, seperti mencuci juga menjadi terganggu. Padahal, katanya warga sudah membayar tagihan.

“Tagihan sudah dibayar, tapi kenapa pelayanan seperti ini. Jadinya itu males bayar tagihan,” katanya.

Sementara itu kepala PDAM Jatitujuh H Asik melalui staffnya Wawan mengaku, proses produksi di pengolahan PDAM unit Jatitujuh terhambat, hal tersebut dikarenakan menurunnya debit air Bendungan Rentang di sungai Cimanuk yang merupakan sumber mata air untuk PDAM.

“Mohon sabar, ini kan bukan kesalahan PDAM, tapi karena surutnya air di bendungan Rentang, kami telah memberikan pelayanan optimal pada pelanggan,” ucap Wawan. (Abduh)

2391 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*