RSUD Majalengka Songsong Akreditasi Paripurna Tahun 2017

MAJALENGKA (CT) – Era globalisasi, peningkatan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya perlu terus ditingkatkan sehingga dapat sejajar dengan mutu layanan rumah sakit di negara-negara maju lainnya.

Berita-Majalengka,-RSUD-Majalengka,-Songsong-Akreditasi,-Paripurna,-Tahun-20171

“Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan tersebut, setiap 3 (tiga) tahun sekali rumah sakit wajib mengikuti akreditasi rumah sakit sesuai ketentuan Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009, pasal 40,”kata Direktur RSUD Majalengka dr. Harizal, Senin (06/06).

Disisi lain, lanjut dia, perkembangan akreditasi berjalan sangat cepat, yang dulunya standar lebih berfokus kepada pemberi pelayanan telah berubah menjadi berfokus kepada penerima layanan dalam hal ini pasien dan pengelolaan manajemen Rumah Sakit, selain perubahan standar, metoda survei juga berubah yaitu menggunakan metoda telusur.

Harizal mengungkapkan dalam menghadapi tuntutan masyarakat tentang perbaikan kualitas layanan di RSUD Majalengka dan menjawab apa yang telah diamanatkan Undang – Undang 44 tahun 2009 tentang akreditasi Rumah Sakit, RSUD Majalengka berupaya optimal mempersiapkan diri untuk memperbaiki kualitas layanan dan budaya kerja sehingga dapat lulus akreditasi Paripurna pada tahun 2017.

“Dengan kesiapan RSUD Majalengka dalam menghadapi Akreditasi menunjukkan komitmen nyata rumah sakit Majalengka untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan asuhan pasien,” tegasnya.

Selain itu kata dia, Akreditasi memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi resiko bahaya bagi para pasien dan staf rumah sakit.

Berita-Majalengka,-RSUD-Majalengka,-Songsong-Akreditasi,-Paripurna,-Tahun-20172

“Dengan demikian akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu suatu rumah sakit, yang sekaligus berperan sebagai sarana perbaikan manajemen rumah sakit,” jelasnya.

Dokter yang mengawali karier di RSUD Majalengka dari awal tugasnya ini mengatakan dengan komitmen perbaikan pelayanan melalui akreditasi maka akan menghasilkan beberapa keuntungan yaitu meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan.

Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas, mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak–hak mereka dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan.

Serta menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien, membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerjasama untuk dan demi terciptakanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.

“Kami mempunyai visi ‘Menjadi Rumah Sakit Terpercaya dan Pilihan Utama di Kabupaten Majalengka Tahun 2018’ dengan harapan ke depan RSUD Majalengka menerapkan Strategi optimalisasi kualitas pelayanan, mengembangkan produk layanan baru, peningkatan kompetensi SDM dan pelayanan yang berfokus kepada pasien,” jelas dr. Harizal.

Kabid Pelayanan RSUD Majalengka dr. Erni Harleni mengatakan sebagai gambaran kinerja pelayanan tahun 2015 antara lain, BOR rata-rata 65,33 % dengan kunjungan rawat inap sebanyak 21.992 pasien, jumlah kunjungan pasien rawat jalan 86.476 pasien, jumlah kunjungan pasien IGD sebanyak 20.060 pasien dan jumlah kunjungan pasien Bedah Sentral sebanyak 3.456 pasien.

“Kondisi tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 terdapat peningkatan yang signifikan dari kunjungan pasien yakni untuk kunjungan rawat inap sekitar 20%, kunjungan pasien rawat jalan sekitar 32%, kunjungan pasien IGD sekitar 7% dan kunjungan pasien Bedah Sentral sekitar 34%,”jelas dr. Erni.

Sedangkan untuk pelayanan triwulan pertama di tahun 2016 lanjut dia, jumlah kunjungan rawat inap sebanyak 6.027 pasien, jumlah kunjungan pasien rawat jalan 25.094 pasien, jumlah kunjungan pasien IGD sebanyak 5.640 pasien dan jumlah kunjungan pasien Bedah Sentral sebanyak 1.014 pasien.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2016 terjadi kecenderungan kenaikan kunjungan pasien dari tahun 2015,” jelasnya.

Berdasarkan data di atas, dr Erni menambahkan maka RSUD Majalengka berencana segera membuka pelayanan rawat inap kelas utama sebanyak 8 tempat tidur dan kelas VIP 20 tempat tidur, disamping itu akan menambah jumlah mesin hemodialisa sebanyak 35 titik mesin pada tahun 2016.

Sementara itu Kabid Keuangan RSUD Majalengka Tono Sumartono mengatakan kinerja keuangan sejak berlakukannya pelayanan BPJS pada tahun 2014 kinerja pendapatan RSUD Majalengka keuangan mengalami peningkatanan sebesar 107,8% dan Tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 30,6%. (Abduh)

4020 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*