Saksi Ahli AS Nyatakan Penetapan Tersangka Korupsi Harus Berdasar Audit BPK

MAJALENGKA (CT) – Sidang praperadilan Wakil Ketua DPRD Majalengka AS tersangka kasus korupsi dana CSR melawan Kejaksaan Negeri Majalengka dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pemohon (tersangka AS) digelar di PN Majalengka, Jumat (21/08) dipimpin Hakim Ketua Achmad Munandar, SH.

Pihak pemohon melalui Pengacaranya Cepi Pamungkas menghadirkan tiga orang saksi yaitu saksi ahli Prof Ibnu Hartadi Guru Besar Hukum Pidana dari Fakultas Hukum Unswagati dan dua orang saksi fakta Nurohman dan Budira.

Saksi ahli Prof Ibnu Hartadi mengatakan bukti P3 dan bukti P5 tentang sprindik, seseorang diduga telah diduga korupsi harus ada audit BPK supaya tidak ada asumsi tentang kerugian negara sesuai pasal 8 UU nomor 15 tahun 2006.

“Tidak ada lembaga lain hanya BPK, Kejaksaan menetapkan tersangka harus dasar yang cukup, misalnya audit, kalau tindak pidana korupsi kerugian negara harus jelas,” ungkapnya.

Menurut Prof Ibnu Hartadi penetapan tersangka tidak cukup hanya dua alat bukti yang cukup, tapi memeriksa tersangka dengan pertimbangan Hak Asasi Manusia. “Audit BPK harus menjadi dasar penyidikan tindak pidana korupsi. Makna putusan MK permulaan bukti yang cukup tidak hanya perlu dua alat bukti yang diajukan penyidik, harus dilakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka agar lebih komprehensif,” tegasnya.

Dari termohon Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Majalengka Mahdi Suryanto menanyakan mengatakan ada asas legalitas yaitu dalam hukum pidana tidak berlaku surut (asas non retroaktif) bahwa Sprindik nomor print : 02/0.2.23/Fd.1/04/2015 tertanggal 13 April 2015 tentang penetapan tersangka AS terbit sebelum adanya putusan MK yang menyatakan penetapan tersangka bisa dijadikan objek praperadilan.

Saksi ahli Prof Ibnu Hartadi menjawab putusan MK merupakan paradigma baru terobosan hukum yang sesuai due procces of law. “Putusan MK itu berlaku surut, penetapannya bukan sejak diputuskan, sebagai koreksi perkembangan hukum atas nilai-nilai yang berkembang. Spiritnya Hukum yang ditegakan sesuai dengan nilai-nilai perkembangan sekarang,” tegasnya. (Abduh)

1620 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*