Saksi Nurohman Nyatakan Tersangka AS Menerima Rp 900 Juta di Garut

MAJALENGKA (CT) – Babak ketiga sidang praperadilan kasus dugaan korupsi dana CSR PT Sanghyang Sri dengan tersangka AS wakil ketua DPRD Majalengka menghadirkan keterangan saksi dari pihak pemohon H. Nurohman Ketua Gapoktan Sumber. Sari, Jumat (21/08).

Dalam kesaksiannya Nurohman mengatakan pihaknya bersama tersangka AS, dan ketua Gapoktan lainnya H. Budira, H. Aspin, Sarya diajak H. Raskama Abdul Halim dari SHS Shop Jatitujuh datang ke menemui Ir. Wahid (alm) di kantor PT SHS Subang untuk membicarakan pencairan pinjaman dan pembuatan proposal.

“Saat itu proposal langsung dibuat oleh pihak SHS. Proposal inisiatif SHS yaitu Pa Wahid,” jelas Nurohman dalam   kesaksiannya.

Setelah itu menurut Nurohman atas perintah pak Wahid, para Ketua Gapoktan disuruh membuat rekening Joint Account SHS dengan Gapoktan di Bank BNI Pamanukan Subang.

Setelah itu menurut Nurohman dirinya bersama tersangka AS, H. Budira, dan sopir berangkat ke Garut untuk menemui H. Raskama Abdul Halim yang sudah menunggu di Garut.

Setelah di Garut menurut Nurohman, para ketua Gapoktan membuat rekening pribadi masing-masing dan mendapat transferan uang dari H. Raskama Abdul Halim dengan total Rp. 1,8 milyar dengan rincian untuk dirinya sebagai Ketua Gapoktan Sumbersari Rp. 300 Juta, H. Budira Rp. 300 juta, H. Aspin Rp. 300 juta dan tersangka AS Rp. 900 juta.

“AS mendapat Rp. 900 juta karena mewakili 3 Gapoktan, yang masing-masing Gapoktan Rp. 300 juta,” jelas Nurohman.

Setelah itu menurut Nurohman uang dari 6 Gapoktan tersebut dipindahbukukan ke rekening H. Raskama Abdul Halim.

“Yang saya juga Rp. 300 juta ditransfer ke rekening H. Raskama Abdul Halim dan kami para Ketua Gapoktan mengambil uang dari rekening H Raskama Abdul Halim, Kami tidak mengerti, hal itu perintah Pak Wahid mengapa harus pindahbuku ke rekening Pa H. Raskama Abdul Halim,” jelas Nurohman.

Ia mengatakan uang itu ada yang masuk ke SHS Shop pimpinan H. Raskama Abdul Halim untuk membayar sarana produksi seperti obat-obatan dan ada uang pengganti pupuk karena SHS Shop tidak bisa menyediakan pupuk.

“Uang Rp. 300 juta itu saya bagi Rp. 214 juta ke kelompok tani Sumber Wetan dan kelompok Sumber Kulon Rp. 86 Juta, kelompok tani dibawah saya, saya sendiri mendapat Rp. 25 juta,” jelasnya. (Abduh)

2169 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*