Sejumlah Kades di Majalengka Ngaku Resah terhadap Oknum Wartawan dan LSM

Majalengkatrust.com – Para kepala desa di Kabupaten Majalengka pada umumnya, khusunya di Kecamatan Sindangwangi mengaku resah dan prihatin dengan maraknya oknum wartawan dan oknum LSM yang melaksanakan tugas dan kewajibannya melenceng dari peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu terungkap ketika pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka melaksanakan sosialisasi UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, Program UKW, bersama para kepala desa se-Kecamatan Sindangwangi di aula kantor kecamatan Sindangwangi, Senin (21/11).

Hadir pada kesempatan itu Camat Sindangwangi Ono Haryono dan Kapolsek Sindangwangi Ajun Komisaris Polisi Sutarjo.

Kepala Desa Sindangwangi, Dadan AR menuturkan saat ini dirinya mengaku prihatin dengan banyak wartawan yang datang ke pemerintah desa, dengan datang bukan mencari berita, tapi terkadang mencari-cari kesalahan.

“Kadang mereka datang berkelompok dengan tujuan yang beragam. Pada prinsipnya kami tidak keberatan asalkan melaksanakan kegiatan jurnalistik, tapi kebanyakan tidak,” katanya.

Hal senada diutarakan Kepala Desa Ujung Berung Tari Kusnadi.Menurut dia, perlu adanya sikap dan tindakan dari seluruh kepala desa dalam menyikapi banyaknya oknum wartawan yang meresahkan masyarakat.Sebab dengan adanya kekompakan dan kebersamaan, maka tidak menutup kemungkinan ruang gerak mereka akan semakin sempit ketika melanggar aturan.

Camat Sindangwangi Ono Haryono menuturkan jika ada oknum wartawan atau oknum LSM yang meminta dokumen SPJ seperti dana desa maupun alokasi dana desa (ADD), kepala desa berhak menolaknya. Sebab kewenangan pemeriksaan untuk ADD itu Inspektorat sedangkan Dana Desa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kapolsek Sindangwangi AKP Sutarjo siap menerima laporan dari siapapun jika memang ditemukan pelanggaran.

“Kalau memang itu urusan pidana kami siap memprosesnya, tapi jika berkaitan dengan jurnalistik, kita akan serahkan yang memiliki kewenangan itu,” tuturnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam menegaskan, bahwa pada awal tahun 2017 mendatang Dewan Pers akan mengumumkan nama-nama wartawan yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke masyarakat.

“Pelaksanaan UKW sendiri bertujuan meningkatkan profesionalisme jurnalis, mengangkat harkat dan martabat wartawan, menghindarkan dari penyalahgunaan profesi dan menempatkan wartawan pada kedudukan yang terhormat dan strategis dalam industri pers,” jelasnya.

Saat ini semua lembaga profesi terutama pers yang memiliki kode etik sama seperti dokter, itu harus bersertifikasi dalam menjalankan tugasnya. Sertifikasi itu menjadi pegangan dan bukti apakah yang bersangkutan berkompeten atau tidak dalam mengemban tugasnya sebagai jurnalis.

Mengenai tes UKW sendiri,kata wartawan Kabar Cirebon ini, isinya tentang rutinitas pekerjaan wartawan setiap harinya. Sehingga bagi wartawan yang biasa melakukan peliputan itu tidak akan mengalami kesulitan, karena memang apa  yang diujikan makanan sehari-hari yakni mencari, meliput, menulis berita dan wawancara.

“UKW sendiri terbagi dalam tiga jenjang yakni UKW Muda (wartawan), Madya (Redaktur, Asisten Redaktur), Utama (Pemimpin Redaksi, Redpel, Pemilik Perusahan dll). Pelaksanaannya berlangsung selama 2 hari, dengan penguji yang telah lulus kompetensi dari Dewan Pers,”tuturnya.

Saat ini di Kabupaten Majalengka lanjut dia, dari 2500 wartawan yang tercatat di Humas Pemkab, baru ada 7 orang yang sudah mengikuti UKW. Untuk itu dia mendorong seluruh wartawan Majalengka agar mengikuti UKW.

Dia menambahkan, pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah Dalam UU pers no 40 tahun 1999, Pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa.

Dalam tugasnya melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar.

“Fungsi pers menurut pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, ialah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Dan bukan melakukan pemeresan atau melanggar kode etik,”jelasnya.

Anggota PWI Kabupaten Majalengka Pardi Pai Supardi mengakui jika imej wartawan di pemerintah desa, sekolah, dan sebagaian masyarakat umumnya memiliki citra buruk. Hal itu dikarenakan prilaku oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya yang melanggar UU Pers dan kode etik jurnalistik.

Gelar bagi wartawan abal-abal itu banyak sekali seperti wartawan tanpa surat kabar (WTS), mundar mandir tanpa berita (Muntaber), wartawan bodrex dan lain sebagainya.

“Bagi masyarakat jika bertemu wartawan jangan pernah takut selama kita tidak melakukan kesalahan. Karena di negeri ini tidak ada yang kebal hukum profesi apapun,”ujar Ketua Jaringan Jurnalis Majalengka (Jajaka) ini.

Namun demikian, kata dia, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui bagaimana tips menghadapi mereka. Dia memberikan tips agar masyarakat tetap bersikap tenang dan tidak panik ketika bertemua wartawan. Kemudian, perlakukan wartawan layaknya tamu dengan tetap bersikap sopan santun.

“Wartawan juga manusia mereka ingin dihargai, justru ketika mereka dihargai akan malu dan segan terhadap narasumber,” tuturnya.

Selanjutnya tanyakan nama lengkap, media, dan jika perlu tunjukkan identitasnya berupa kartu pers. Lalu jika bertemua dengan mereka diupayakan ada pendamping. Sehingga ketika ada upaya pemerasan, ada saksinya.

“Kalau memang terjadi segera laporkan ke aparat kepolisiaan, dan harus memiliki dua alat bukti. Misalnya rekaman, bukti SMS, bukti telp, kwitansi dan lain-lain,” bebernya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, harus menguasai masalah dan bersahabat dengan wartawan profesional maupun organisasi resmi kewartawanan.

“Jangan pernah menghindar dari wartawan, karena jika itu dilakukan maka akan dikejar kemanapun berada. Hadapi saja sebagaimana kiat di atas,” tukasnya. (Abduh)

2439 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*