Sekda dan 13 Pejabat di Majalengka Mandadak Diganti dan Dimutasi

MAJALENGKA (CT) – Bagai petir menyambar di musim kemarau, ketika Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, H. Ade Rachmat Ali mendadak diganti posisinya oleh H. Diki Ahmad Sodikin yang sebelumnya menjabat Kepala BKD, bukan itu saja 13 orang pejabat eselon II dimutasi. Secara simbolis, pergantian dilakukan di Pendopo Gedung Negara Kabupaten Majalengka, Senin (28/12).

Pelaksanaan pelantikan Sekda yang baru yang terkesan mendadak itu, sempat menjadi perbincangan di kalangan pegawai Pemkab Majalengka, karena sebetulnya Sekda, H. Ade Rachmat Ali masih 2 tahun lagi memasuki masa pensiun.

Sementara 13 orang pejabat eselon II yaitu, H. Sanwasi menjadi Kepala BKD, Maman Sutiman menjadi Asisten Administrasi, H. Adang Haedar menjadi Kadishubkominfo, H. Jojo Hadiwijaya menjabat staf ahli Bupati bidang Hukum dan Politik, H. Yayan Sumantri menjabat Kepala Bappeda, Ahmad Suswanto menjabat Kadinsosnakertrans, Agus Permana menjabat Kadisporabudpar.

Serta, H. Rieswan Graha menjabat Kadis KUKM Perindag, H. Abdul Gani menjabat Asisten Pembangunan, Nadisha Hanna Haritztin menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, H. Alimudin menjabat staf ahli Bupati bidang ekonomi, terakhir Yusanto Wibowo menjabat Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pergantian Sekda ini sudah sesuai aturan dan hasil Pansel dan pembukaan lelang, dimana melibatkan lembaga pengkajian dari UI,” kata Bupati Majalengka, H. Sutrisno.

Bupati Sutrisno berharap, agar fungsi Sekda untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan memberikan pelayanan, akhirnya mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pejabat tinggi pratama, harus memudahkan pengambil kebijakan mengambil keputusan, ini semua agar kinerja pemerintahan dapat ditingkatkan

“Pejabat tinggi pratama seperti Sekda dan eselon II harus memudahkan pengambil kebijakan mengambil keputusan, ini semua agar kinerja pemerintahan dapat ditingkatkan dan para pejabat ini menandatangani fakta integritas mudah-mudahan jadi pedoman dalam tugas yang baru,” ungkap Bupati.

Sementara Sekda yang baru H. Diki Ahmad Sodikin mengatakan Sekda ini jabatan tertinggi dan amanat yang harus dipegang dan dijalankan sebaik-baiknya.

“Sehingga menjadikan kebijakan daerah lebih maju dan outpuutmya kesejahteraan masyarakat dan membina kurang lebih 13 ribu aparatur sipil negara dan tata kelola pemerintaha lebih baik, efektif dan efisien dalam mewujudkan reformasi birokrasi,” ungkap Diki kepada wartawan seusai pelantikan.

Sementara Sekda yang lama H. Ade Rachmat Ali ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri sebelumnya ketika mengetahui akan diganti dan dilantik Sekda yang baru.

“Seharusnya saya pensiun usia 60 tahun karena pejabat eselon II mendapat perpanjangan BUP (batas usia pensiun) 4 tahun, namun karena mengundurkan diri dari Sekda dan menjadi staf biasa, BUP pensiun saya 58 tahun, dan mulai awal tahun depan saya pensiun,” ungkapnya. (Abduh)

3693 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*