Serapan Gabah Petani Jawa Barat Ditarget 1 Juta Ton Per Tahun

MAJALENGKA (CT) – Ketua Tim Sergap (Serapan Gabah Petani) Mabes TNI, Kolonel inf. Danni Koswara mengatakan serapan gabah petani di Provinsi Jawa Barat ditarget sebesar 1 juta ton di tahun 2016.

“Secara nasional tahun 2016 ditarget 4 juta ton agar swasembada pangan bisa tercapai, dibentuknya tim Sergap ini menindaklanjuti MoU Menteri Pertanian dengan Kepala Staf TNI AD untuk memantau Gabah,”jelas Kolonel Danni saat memantau Gudang Bulog Sub Divre III Cirebon di Kasokandel Majalengka didampingi Dandim 0617 Letkol Inf Rama Pratama, Rabu (01/06).

Ia mengatakan tim Sergap ini diterjunkan ke 9 Provinsi diantaranya Jawa Barat, Lampung, Jateng, Jatim dan Sulsel untuk melakukan pendampingan kepada Bulog, Dinas Pertanian dan lainnya.

“Kami juga memantau Kodim sampai Babinsa supaya bisa swasembada pangan tidak tergantung impor lagi dan tujuan pemerintah untuk menyeimbangkan program pertanian dan kami hanya melaksanakan pendampingan kenapa Indonesia tidak bisa swasembada beras,”ungkapnya.

Kolonel Danni mengungkapkan di Sub Divre Cirebon ini serapan Gabah Kering Giling mencapai 73 persen walau pun tidak semuanyadinikmati petani tapi oleh calo-calo dan tengkulak-tengkulak

“Di Sub Divre Cirebon serapan sudah 105 persen dari target tahun 2015,”ungkapnya.

Sementara itu Bebeng mitra Bulog wilayah 3 Cirebon mengungkapkan masalah harga gabah di Ciayumajakuning sudah bagus yaitu diatas HPP Rp.3.700 per kg.

“Kendalanya kita tidak bisa membeli langsung ke petani atau Gapoktan, harus lewat tengkulak,”ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka H. Wawan Suwandi mengatakan merupakan tugasnya untuk meningkatkan produksi pangan sesuai nawacita Presiden Jokowi.

“Alhamdulillah sampai saat ini masih hujan, panen padi paling akhir musim tanam ini bulan Juli diprediksikan akan berhasil,”ungkapnya.

“Selain program penanggulangan hama, kami juga menyediakan pestisida yang disuplai kepada petani agar panen berhasil,”jelasnya.

Ia mengungkapkan saat ini luas lahan sawah di Majalengka 53.000 hektar dengan produksi sampai April 2016 sebesar 311.437 ton dari luas lahan panen 47.180 hektar.

“Daerah sentra lumbung padi di utara belum panen, produksi ini baru dari wilayah timur dan selatan yang pegunungan lahanya tidak luas,”ungkapnya.

Kepala BP4K H. Udin Abidin mengatakan dengan keberadaan para penyuluh pertanian PNS, ditambah 316 babinsa yang diterjunkan jadi penyuluh dan 180 penyuluh tenaga harian lepas, pihaknya optimis target Kabupaten Majalengka produksi tahun 2016 760.000 ton akan tercapai.

“Kami juga memberikan bantuan kendaraan operasional sepeda motor kepada babinsa yang menjadi penyuluh pertanian ini,”ungkapnya. (Abduh)

1284 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*