Setubuhi Anak Gadis di Rumah Dukun, Oknum Wartawan Dilaporkan ke Polisi

MAJALENGKA (CT) – Oknum wartawan berinisal D dilaporkan ke bagian unit PPA Polres Majalengka. Dia dilaporkan oleh keluarga korban telah membawa anak gadisnya yang masih berusia 16 tahun.

Diketahui, Melati (16) (bukan nama sebenarnya) pernah disetubuhi sebanyak 5 kali di sebuah rumah dukun. Mereka berdua melakukan tidur bareng di rumah dukun di Desa Kodabaya Kecamatan Bantaujeg Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Melati kenal pria tersebut baru 8 bulan yang lalu. Melati masih sekolah di salah satu Aliyah di Kecamatan Malausma dan baru duduk di kelas 2. Melati pun mengaku tidak tahu sama sekali tentang orangtua pria yang sudah mensetubuhinya itu. Melatipun mengaku bahwa pria tersebut kerjanya di sebuah proyek.

Sementara itu, tersangka yang dilaporkan merupakan oknum wartawan yang tinggal di komplek Panuragan Sukapada Pagerageung Tasikmalaya. Ia menunjukkan surat tugas sebagai Wartawan di salah satu media. Dengan surat tugas yang ditandatangani 16 Juni 2016.
Inisal D mengaku bahwa pekerjaan sehari-harinya justru hanya jualan baso, profesi wartawan ia akui hanya sampingan dan keliling di Majalengka tepatnya di wilayah Bantarujeg baru beberapa bulan.

“Saya sehari hari jualan baso, setelah jualan sore dan malam hari saya kumpul dengan teman teman media untuk sharing kasus dan TO,” ujarnya di ruang unit PPA Polres Majalengka, Kamis (13/08) petang.

Ditanya tentang kerja jurnalistik yang sebenaranya, inisial D malah geleng kepala. Dia pun mengaku belum dan tidak tahu alamat kantor PWI Majalengka. Dan dia mengaku punya kartu pers hanya saja menurut pengakuanya sedang dipinjam teman. Dan ia harus merogoh untuk ID Card tersebut sebanyak Rp 350 ribu.

Sementara itu yang mengantar korban dan tersangka ke unit PPA, yang juga kerabat korban, Andi mengatakan pelaporan ini atas keinginan orangtua korban karena anaknya sudah pergi selama 3 hari sejak hari Senin (11/08) sampai hari Rabu (12/08).

“Orangtuanya keberatan, karena anak gadisnya sudah 3 hari pergi dari rumah sejak hari Senin. Kami mengetahuinya setelah ada laporan sesama warga di Malongpong, ketemu sama warga. Orangtua merasa kehilangan anak, hari ini kami melaporkan tersangka,” ujar Andi

Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Yudi Sulistianto Wahid SIK melalui Kasat Reskrim AKP Andhika Fitransyah dan Bagian Unit PPA, membenarkan ada laporan tersebut. Hanya saja pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut, karena masih dalam proses. (Abduh)

3024 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*