Sidang Praperadilan AS, Penyidik Kejaksaan Nyatakan Gapoktan Fiktif dan Dana CSR Tak Disalurkan

MAJALENGKA (CT) – Sidang praperadilan dengan agenda jawaban termohon dari Kejaksaan Negeri Majalengka kembali digelar di Pengadilan Negeri Majalengka dengan dipimpin Hakim Ketua Ahmad Munandarn Rabu (19/08) dimulai pukul 10.00 WIB.

Jawaban termohon dibacakan oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Majalengka Mahdi Suryanto yang membantah tentang abuse of power yang dilakukan jaksa penyidik karena penetapan tersangka sudah sesuai pasal 1 butir 5 UU nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP sebagai dasar Kajari menerbitkan sprindik atas nama tersangka AS selaku pemohon praperadilan.

“Kami juga telah melakukan permintaan keterangan kepada pihak terkait dan telah melakukan pengumpulan data dan ekpose perkara , Kamis 2 April 2015 dihadapan Kejati Jawa Barat,” jelasnya.

Kasi Pidsus juga menyatakan dasar penetapan AS sebagai tersangka berdasarkan bukti proposal yang diajukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan Ketua tersangka AS yang diajukan ke BUMN PT SHS fiktif.

“Permohonan proposal tersebut diduga telah diduga dimanipulasi oleh tersangka AS. Gapoktan tersebut tidak mempunyai izin usaha dan surat keterangan usaha dari pihak berwenang,” jelasnya.

Kasi Pidsus juga mengatakan Gapoktan calon mitra binaan tersebut tidak diverifikasi oleh BUMN PT Sanghyang Sri (Persero) dan dana yang dikucurkan sebesar 3,2 milyar diduga tidak disalurkan oleh tersangka AS kepada 3 Gapoktan yaitu Premas Jati, Tani Bangkit dan Sindang Tani.

“Modus tersangka AS, Gapoktannya fiktif dan uangnya diduga dipakai kepentingan pribadi” ujarnya.

Kasi Pidsus juga mengatakan pihaknya telah mengembalikan SKK kepada BUMN PT Sanghyang Sri sehubungan ada laporan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan dana CSR dari BUMN PT Sanghyang Sri.

Kasi Pidsus mengatakan Sprindik nomor print : 02/0.2.23/Fd.1/04/2015 tertanggal 13 April 2015 yang menetapkan AS sebagai tersangka terbit sebelum adanya putusan MK nomor 21/PUU/12/2014.

“Kami meminta Hakim menolak seluruh permhononan praperadilan dari pemohon dan tindakan penetapan tersangka dan penggeladahan sah sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Hakim ketua Ahmad Munandar mengatakan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian pada Jumat (21/08) dengan menghadirkan saksi-saksi termasuk saksi ahli. (Abduh)

2259 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*