Sidang Praperadilan AS, Saksi Nyatakan Proposal Dibuat PT SHS Bukan Gapoktan

MAJALENGKA (CT) – Saksi dari pihak pemohon H Budira Ketua Gapoktan Padi Unggul dalam sidang praperadilan dengan tersangka kasus korupsi dana CSR BUMN PT SHS mengatakan bahwa proposal dibuat oleh pihak PT SHS bukan dari Gapoktan.

“Saya bersama AS, dan empat ketua Gapoktan lainnya diajak H Raskama Abdul Halim menemui Pak Wahid di kantor PT SHS di Subang dan mengumpulkan KTP, kemudian proposal dibikinkan oleh pihak. SHS,” jelas Budira dalam kesaksiannya di persidangan praperadilan yang dipimpin Hakim Ketua Achmad Munandar dengan pemohon tersangka AS dan termohon Kejaksaan Negeri, Majalengka, Jumat (21/08).

Budira juga mengatakan meskipun proposal belum jadi tapi sarana produksi sudah dikirimkan oleh H . Raskama Abdul Halim dari SHS Shop ke Gapoktan. “Proposal belum jadi, barang sudah dikirimkan, sampai saat ini kami hanya memberikan fotocopi KTP dan data-data dan tidak ingat menandatangani proposal,” jelas Budira.

Budira mengatakan semua ketua Gapoktan yang berjumlah 6 orang, membuat rekening atas nama Ketua Gapoktan di BNI Pamanukan dan cair Rp. 300 juta untuk masing-masing Gapoktan. Setelah itu Budira mengatakan dari rekening Ketua Gapoktan ada pemindahbukuan atau transfer uang ke rekening SHS Shop atas nama H. Raskama Abdul Halim yang dilakukan di Garut.

“Kami para Ketua Gapoktan menerima Rp. 300 juta di Garut dan membuat rekening atas nama kami di BNI Garut kemudian uang itu dipindahbukukan ke rekening SHS Shop atas nama H. Raskama Abdul Halim. AS (tersangka-red) juga begitu prosesnya karena satu level dengan saya (sebagai Ketua Gapoktan),” jelasnya. (Abduh)

1485 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*