SP3-kan Kasus Penggelapan di Apotek Aquarius, Polres Majalengka Digugat Praperadilan

Majalengkatrust.com – Polres Majalengka digugat praperadilan ke Pengadilan Negeri Majalengka karena melakukan SP3 (Surat Ketetapan tentang penghentian penyidikan) tentang kasus dugaan penggelapan uang oleh kasir Apotik Aquarius Kadipaten inisial, IR.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim tunggal Rizal Taufani, SH di ruang sidang PN Majalengka Jalan KH Abdul Halim, Selasa (20/09) dengan agenda pembacaan putusan yang berlangsung dari pukul 14.00 sampai pukul 17.00 wib.

Petikan putusan nomor 1/Pid.Pra/2016/PN.Mjl yang dibacakan Hakim Rizal Taufani dalam perkara praperadilan antara pemohon Nicko Surya Perdana Bin Harto (27) anak pemilik Apotik Aquarius melawan Polres Majalengka sebagai termohon menyatakan menolak permohonan praperadilan untuk seluruhnya.

“Menyatakan surat ketetapan penghentian penyidikan atau SP3 nomor S.TAP/87/VII/2016/Sat Reskrim tanggal 28 Juli 2016 adalah sah secara hukum,” ungkap Hakim Rizal Taufani dalam sidang yang terbuka untuk umum tersebut.

Selain itu, Hakim menjatuhkan vonis kepada pemohon Praperadilan untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5.000,-.

“Permohonan praperadilan ditolak karena pertimbangan unsur tindak penggelapan tidak terpenuhi,”ujar Hakim Rizal Taufani.

Hakim Rizal mengungkapkan Kasir Ira merupakan adik kandung dari Nining ibu kandung pemohon Nicko yang saat itu masih berstatus suami-istri dengan ayahnya pemohon bernama Harto. dan Nicko menggugat Kasir Apotik Aquarius Ira yang merupakan bibinya sendiri.

“Total yang diduga digelapkan Kasir Ira kurang lebih Rp. 201 juta, dimana Kasir Ira setiap bulan disuruh Ibu Nining (ibu kandung Nicko) menyisihkan kurang lebih Rp. 2 juta per bulan untuk menutupi kerugian BG,” ungkap Hakim Rizal.

Hakim Rizal mengungkapkan Suami Ibu Nining bernama Bapak Harto membeli obat dari distributor dibayar mundur BG satu bulan dan distributor menagih ke ibu Nining dan untuk membayar serta menutupi kerugian Ibu Nining menyuruh Kasir Ira mencicil sebanyak Rp. 2 juta per bulan.

“Jadi tidak ada kerugian di apotik Aquarius, yang dilakukan Kasir Ira itu atas perintah ibu Nining untuk menutupi kerugian perusahaan,” ungkap Hakim Rizal.

“Ada ketidakjujuran dalam sistem manajemen perusahaan, Nicko itu hanya sebagai nama, operasional perusahaan tetap dikendalikan kedua orangtuanya,” ungkap Hakim Rizal.

Sementara itu Milki Usman,SH pengacara pemohon Nicko menyatakan SP3 yang dilakukan Polres Majalengka cacat hukum namun tetap menghormati keputusan hakim.

“Hakim tidak mempertimbangkan bukti kepemilikan dan bukti dari saksi Kejaksaan,”ungkap Milki Usman pengacara dari kantor Hukum Syamsul B. Ilyas dan Partners yang beralamat di Jakarta.

“Kami pikir-pikir dulu untuk upaya hukum selanjutnya, upaya peninjauan kembali bisa dilakukan, maupun upaya hukum lain dengan novum atau bukti baru,” ungkapnya.

Sementara itu seusai persidangan Wakapolres Majalengka Kompol Bobby Indra dan Kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan menolak berkomentar terkait kemenangan praperadilan pihak Polres Majalengka.

“Silahkan minta komentar kepada pemohon saja,” kata AKP Bimantoro. (Abduh)

4062 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*