Takar Ideologi Syiah, 7 Ormas Islam Majalengka Gelar Diskusi

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah tokoh organisasi Masyarakat (ormas) Islam di Majalengka berkumpul dalam Dialog Interaktif “Menegaskan Visi dan Eksistensi Ormas Majalengka dalam Menakar Ideologi Syiah”.

Acara yang digelar oleh Ormas Persatuan Islam (Persis) ini dihadiri oleh 7 pembicara mewakili Ormas yang ada di Majalengka, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin (MM), Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam (SI), Muhamadiyah, Persatuan Umat Islam (PUI) dan Persis sendiri selaku tuan rumah.‬

‪Dalam pengantarnya, moderator menyebutkan bahwa diskusi tersebut tidak membahas persoalan sesat tidaknya Syiah, tetapi lebih menekankan pada sikap ormas-ormas terhadap keberadaan Syiah.‬ Jika pembicara dari ormas lain lebih mengungkapkan tentang Syiah, ajarannya, kemunculan dan penyebarannya serta kesesatannya, maka Ketua DPD HTI Majalengka H. Aa Fachrurrozi, SP., MP lebih menekankan pada aspek politis ideologis.

“HTI memandang bahwa tolok ukur sesat tidaknya suatu ajaran sudah sangat jelas sebagaimana telah difatwakan oleh MUI. Namun HTI berpendapat bahwa persoalan Syiah hanyalah salah satu persoalan yang ada di tengah umat, di samping masih banyaknya persoalan lain seperti maraknya aliran sesat & penistaan aqidah, problem eknomi, sosial dan politik yang menjalar di segenap sendi kehidupan umat,” jelasnya, Selasa (22/09).‬

‪Maka, lanjut pengasuh Ponpes Heulet Kadipaten ini, HTI menyikapi semisal persoalan Syiah adalah berkaitan dengan persoalan keumatan lainnya. “Dengan kata lain ketika memandang sebuah persoalan mesti dengan pandangan dan penyikapan yang bersikap politis ideologis, jangan terjebak dengan nuansa konflik horizontal atau sibuk dengan persoalan parsial,” tegasnya.‬

‪HTI memandang bahwa realitas dunia saat ini berada dalam kungkungan ideologi kapitalis sekuler, karena basis ideologi inilah yang sekarang ini menjadi pondasi dibangunnya peradaban umat manusia dewasa ini. Inilah yang harus menjadi fokus perhatian kita terutama Ormas Islam, karena terapnya ideologi kapitalis sekuler inilah yang menjadi penyebab utama muncul dan tetap maraknya persoalan di tengah umat.‬

‪Untuk itu, tambahnya, maka sejatinya visi dan eksistensi Ormas Islam hadir di tengah-tengah umat betul-betul merupakan pengejawantahan dari perintah nash al Qur’an, bahwa “hendaklah ada sekelompok orang atau umat yg menyeru kepada kebaikan atau Islam, beramar makruf dan nahyi munkar.”.‬

‪”Oleh karenanya eksistensi Ormas Islam harus menjalankan tugasnya yaitu dakwah Islam yang bersifat pemikiran, politis ideologis (tanpa kekerasan) dalam rangka membangun kesadaran umat untuk menghadirkan kembali Ideologi Islam dalam kehidupan nyata sekaligus menggantikan eksistensi ideologi Kapitalisme Sekuler serta ideologi kufur lainnya,” kata KH Aa Fachrurrozi. (Abduh)

2664 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*