Terkait Bencana Garut dan Sumedang, Legislator Minta Presiden Jangan Potong Dana Bencana

Majalengkatrust.com – Anggota Komisi 8 DPR RI KH Maman Imanulhaq, meminta dana taktis untuk bencana tidak dipotong. Mengingat dana tersebut betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena musibah bencana.

Hal itu diungkapkan Maman saat meninjau lokasi longsor di Ciherang, Sumedang, Jawa Barat. Maman menyebut justru alokasi Dana bantuan bencana mestinya ditambah, mengingat banyaknya lokasi yang berpotensi terjadi bencana.

“Sebagaimana diketahui sesuai Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2016, Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipangkas sebesar Rp 133 miliar dari Rp 1.603 triliun,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Majalengkatrust.com, Kamis (22/09).

“Saya minta presiden untuk mempertimbangkan kembali kebijakan pemotongan dana bencana ini”, tutur wakil ketua Fraksi PKB itu.

Sebelumnya Maman didampingi Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ibu Ineu Purwadewi Sundari, Bupati Sumedang Ir. H. Eka Setiawan, BPBD dan BNPB meninjau kondisi para pengungsi korban longsor di GOR Tadjimalela Sumedang.

“Ada sekitar 645 jiwa, 159 KK dan 200 anak-anak yang mengungsi. Kita harus perhatikan kondisi kesehatan dan mental anak-anak”, ungkap Maman.

Pada kesempatan itu, Maman pun menyerahkan langsung bantuan untuk korban longsor Sumedang berupa tikar, kasur, bantal, air mineral, obat-obatan serta dana bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar 250 juta rupiah, yang secara simbolis diterima oleh Bupati Sumedang. (Abduh)

1494 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*