Ternyata Ada Legenda Sangkuriang di Stone Garden Majalengka

Majalengkatrust.com – Legenda rakyat tatar Pasundan tentang Sangkuriang yang membuat bendungan sungai dalam waktu semalam sebagai syarat dari Ibu kandungnya sendiri Dayang Sumbi, ternyata tidak hanya terdapat di daerah Bandung. Namun, legenda tersebut terdapat juga di wilayah Pancurendang Kelurahan Babakan Jawa Kabupaten Majalengka.

Menurut Aki Sama (71) juru kunci makam Syech Abdul Azis dan Syech Abdul Malik yang terletak di pinggir sungai Cilutung yang bermuara ke Bendungan Jatigede Sumedang.  Tumpukan batu-batu raksasa yang mirip stone garden di blok Tegal Batu dan Blok Legok Kondang Dusun Pancurendang Kelurahan Babakan Jawa Kabupaten Majalengka adalah bekas batu yang akan dipakai Sangkuriang untuk membuat Bendungan sebagai syarat menikahi Dayang Sumbi.

“Namun karena Dayang Sumbi ibu kandungnya tidak direstui yang Maha Kuasa, akhirnya Bendungan itu baru terwujud sekarang yaitu Bendungan Jatigede yang letaknya tidak jauh dari sini,” ujar Aki Sama saat ditemui CT di stone garden Legok Kondang Pancurendang Kelurahan Babakan Jawa, Minggu (04/09).

Kondisi geografis Blok Legok Kondang sendiri konturnya seperti sebuah Bendungan yang kering yang membentuk lembah yang ditengah-tengahnya mengalir Sungai Cilutung yang bermuara ke Bendungan Jatigede Sumedang.

Aki Sama menuturkan perahu nya sendiri oleh Sangkuriang yang rencananya akan dipakai berlayar oleh Sangkuriang dan Dayang Sumbi di bendungan ditendang jauh oleh Sangkuriang sampai ke Gunung Tangkuban Perahu di daerah Subang saat ini.

Sementara itu Nana Rohmana dari Komunitas Grup Facebook Madjalengka Baheula yang menemani Majalengkatrust.com ke lokasi stone garden mengatakan di wilayah Tegal Batu (stone garden) ada batu besar seperti punggung kura-kura yang terukir seperti buatan tangan manusia yang disebut batu timbangan.

“Menurut legenda masyarakat setempat batu timbangan ini mempunyai magis penahan banjir, bagaimanapun meluapnya Sungai Cilutung, tidak akan sampai ke pemukiman, karena tertahan batu timbangan ini,” ujar pria yang akrab disapa Kang Naro ini.

Selain itu menurut Kang Naro di daerah Pancurendang tidak jauh dari stone garden, terdapat Gua Karang yang sangat besar memuat ratusan orang dan sangat gelap sehingga orang yang masuk harus mengulur tali dari luar agar bisa kembali lagi keluar gua.

“Warga sini pun tidak ada yang berani masuk ke gua tersebut atau mendekatinya karena sekitar gua masih banyak Macan Kumbang, harus ditemani aparat yang bersenjata,” ungkap Naro.

Sementara itu Kasi Pengembangan Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Majalengka Adhi Setya mengatakan stone garden di daerah Pancurendang Kelurahan Babakan Jawa Kabupaten Majalengka akan dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. “Kita sudah survei kesana dan melihat potensinya,”ungkapnya. (Abduh)

9504 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*