TNI-Polri Siapkan 1000 Personil untuk Jalannya Pengukuran Lahan BIJB

Majalengkatrust.com –  Untuk pengamanan pembebasan lahan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, pemerintah akan mengerahkan lebih dari 1.000 personil untuk pengamanan pelaksanaan pengukuran lahan perluasan landasan pacu (runway) di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang akan dilaksanakan, Selasa (15/11) besok.

Menurut informasi berasal dari Polda Jabar dan Polres Majalengka, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja asal Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten, yang sebagian diantaranya sudah tiba di kantor PT BIJB sejak Senin (14/11/2016) siang.

Banyaknya personil Kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja  yang disiagakan ini untuk mengantisipasi munculnya kembali penolakan yang dilakukan oleh sebagian warga yang masih melakukan penolakan terhadap pengukuran dan pembangunan BIJB, hinga terjadi bentrok seperti yang terjadi sebelumnya.

Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah di BPN Majalengka, Eti Rusnaeti, mengatakan pengukuran lahan akan difokuskan di kawasan landasan pacu sepanjang 500 m guna mempercepat proses pembangunan bandara. Hanya bila situasinya memungkinkan pengukuran akan diperluas ke wilayah lainnya di Sukamulya dan Sukakerta.

“Masyarakat yang sudah menyerahkan berkas ini kan mencapai 382, sekarang mempokuskan pengukuran untuk runway terlebih dulu, sisanya menyusul bila situasi kondusif,” ujar Eti.

Namun Eti belum bersedia menjelaskan berapa hektare untuk perluasan landasan pacu tersebut serta berapa bidang tanah yang ada di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kabag Pemanfaatan dan Pengamanan Barang Daerah, Pemprov Jawa Barat,  Diding Abidin Subandi mengatakan pengukuran tersebut harus segera terlaksana agar pembayaran ganti rugi segera dilakukan untuk menyerap anggaran yang sudah tersedia.

Sekaligus, kata dia untuk mempercepat proses pembangunan fisik dan mengejar target penyelesaian pembangunan landasan pacu.

Pengukuran juga untuk memenuhi permintaan para pemilik lahan yang sudah sejak lama menginginkan lahannya diganti rugi namun belum terlaksana karena mengalami kendala.

“Kami berharap pelaksanaan pengukuran bisa berjalan lancar tanpa menemui kendala apapu, agar keinginan masyarakat untuk segera menerima ganti rugi juga bisa terlaksana,” tukas Diding. (Abduh)

2601 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*