Traffic Light Rusak Kondisi Laju Kendaraan Semrawut

MAJALENGKA (CT) – Warga dan pengguna jalan yang melintasi perempatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka mengeluhkan sering padamnya lampu pengatur lalu lintas (traffic Light) di ruas jalan tersebut. Bahkan lampu traffic light yang mentaur laju kendaraan diperempatan itu sering mendadak padam.

Padahal perempatan di sekitar jalan-jalan tersebut merupakan jalur padat kendaraan. Belum lagi Padamnya traffic light ini mengakibatkan kemacetan panjang dan berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Menurut salah seorang warga Eneng (41), kondisi traffic light di perempatan tersebut sering tidak menyala bahkan rusak. Sehingga pengendara ataupun penyebrang jalan merasa takut ketika akan menyebrang. Dikatakan dia, padahal jalur tersebut merupakan jalur ramai dilalui kendaraan baik dari Cirebon menuju Bandung atau sebaliknya.

“Lampu merah di perempatan ini kadang berfungsi kadang tidak (mati), terakhir malah sudah mati hampir seminggu ini, padahal lokasi ini pusat kota dan ramai juga pengguna jalan,” keluh Eneng (41), warga blok Cangkring Desa Kadipaten saat ditemui di lokasi, Selasa (15/09).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan terutama motor terlihat sangat berhati-hati saat melintasi perempatan tersebut. Hingga saat ini memang belum pernah terjadi kecelakaan.

Ridwan seorang pengguna jalan warga Jatitujuh mengeluhkan kondisi traffic light yang rusak itu. Pasalnya, setiap hari Ridwan melewati perempatan ini dan mengaku waswas.

“Sudah lampunya mati, tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas pula, kita berharap kepada dinas terkait agar segera memperbaiki lampu ini, sebab ini urusannya sama nyawa,” tegas dia.

Berbeda dengan traffic light di pintu keluar tol kertajati, banyak pengguna jalan yang belum menaati aturan yang berlaku seperti menerobos lampu merah, mereka beralasan sepinya pengguna jalan jadi pengendara bisa bebas.

“Seharusnya kan tidak boleh, ketika lampu merah telah menyala kita harus berhenti. Tapi karena lalu lintas sepi mungkin mereka lebih memilih menerobos,” ujar seorang pedagang di wilayah tersebut.

Ketika akan dikonfirmasi ke Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Majalengka, mereka mengatakan traffic light tidak normal akibat suplai sinar matahari kurang, lampu itu juga tidak berfungsi.

“Itu kan pakai tenaga surya, jadi tergantung ada tidaknya sinar matahari,” ujarnya yang tidak mau disebutkan nama. (Abduh)

1950 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*