UNMA Dikabarkan Dinonaktifkan Oleh Dikti

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah mahasiswa Universitas Majalengka (UNMA) mengaku resah dan cemas, terkait Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruaan Tinggi (Kemenristek) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) menonaktifkan status lembaga perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM).

Informasi penonaktifan UNMA sebagaimana dilansir dalam website resmi DIKTI yakni, www.forlap.dikti.go.id, sedangkan penyebabnya menurut Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNMA, Kosasih Somantri karena rasio perbandingan antara dosen tetap dengan jumlah mahasiswa tidak sebanding.

Ketentuan itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 49 Tahun 2014, disebutkan jika rasio ideal dosen mahasiswa jurusan eksak adalah 1:30, dan jurusan sosial dosen mahasiswa adalah 1:45.

Bukan hanya masalah rasio dosen dan mahasiswa, penonaktifan Unma berkaitan dengan pembukaan kelas jauh yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat bagian timur seperti Indramayu, Cirebon dan Brebes.

Pihaknya meminta kepada mahasiswa, orang tua, maupun civitas akademika agar tetap tenang karena persoalan tersebut tengah diupayakan pencabutan.

“Kalau saya apa adanya. Memang betul Unma saat ini dinonaktifkan Dikti. Itu memang fakta, sampai saat ini penonaktifan belum dicabut,” kata Kosasih.

Pihaknya optimistis Dikti akan mencabut kembali penonaktifan Unma, karena secara aturan dan administrasi perbaikan sudah dilakukan.

“Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini. Semoga Unma ke depan bisa lebih lagi,” tukasnya.

Disebutkannya, sebab lain seperti masalah kelas jauh, sebenarnya sudah ditarik sejak lama. Mengenai rasio dosen sudah pengangkatan. Semua permasalahan sudah diperbaiki.

“Surat permohonan pencabutan penonaktifan sekarang sudah di meja Koordinator Kopertis, selangkah lagi tinggal di tangan Dikti,” ujarnya.

Sementara akibat penonaktifan UNMA oleh Kemenristekdikti, sebagian besar mahasiswa merasa cemas. Tak sedikit dari mereka mengaku resah, takut jika UNMA benar-benar ditutup pemerintah.

“Jika kemudian Unma dinonaktifkan oleh DIKTI, bagaimana dengan ijazah kami nantinya. Tentunya, pasti kecewa dengan kabar tidak baik ini,” ujar salah seorang mahasiswa, Iis saat ditemui di kampus Unma, jalan KH Abdul Halim, Selasa (22/09).

Hal senada dikatakan orangtua mahasiswa Unma, Adun (40) warga Kecamatan Banjaran yang mengaku anaknya baru masuk kuliah ke Unma tahun ajaran 2015 ini.

“Anak saya baru masuk kuliah satu minggu, bagaimana nasibnya, saya sampai menjual motor agar anak saya bisa kuliah di Unma,” ungkap Adun. (Abduh)

43119 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Anang01/10/2015 at 09:13Reply

    Apaan.. HOAX itu..!!!

  2. vho17/10/2015 at 16:05Reply

    Kasihan sekali. Hahaha tutup aja tutup sekalian

Leave a Reply

*